Ruhut sebut Golkar & PDIP paling korup
Rabu, 12 Maret 2014 - 14:39 WIB
Ruhut sebut Golkar & PDIP paling korup
A
A
A
Sindonews.com - Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul menuding Partai Golongan Karya (Golkar) sebagai partai terkorup, kemudian disusul oleh PDIP.
"Tapi gini, aku ada news, aku mau mengatakan begini. Terima kasih kepada ICW dengan terang benderang sudah menyatakan partai terkorup itu Partai Golkar, nomor dua PDI Perjuangan," kata Ruhut di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/3/2014).
Ruhut mengakui, di Partai Demokrat memang ada kader yang melakukan korupsi, tapi jumlah tidak banyak. "Kami memang ada juga korupnya, tapi dikit rupanya," kata Ruhut sambil tertawa.
Seperti diketahui beberapa jajaran pengurus Partai Demokrat yang tersangkut kasus di KPK seperti, mantan Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Alfian Mallarangeng, mantan Ketum Demokrat Anas Urbaningrum, mantan Bendum Demokrat Muhammad Nazaruddin, dan mantan Wakil Sekjen Demokrat Angelina Sondakh.
Anggota Komisi III ini menambahkan, partainya selalu mendukung pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh KPK. "Kami tidak akan melindungi siapapun kader kami. Kami tetap tidak pada korupsi," tukasnya.
Baca berita:
Pengamat: Banyak program parpol masih mitos
"Tapi gini, aku ada news, aku mau mengatakan begini. Terima kasih kepada ICW dengan terang benderang sudah menyatakan partai terkorup itu Partai Golkar, nomor dua PDI Perjuangan," kata Ruhut di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/3/2014).
Ruhut mengakui, di Partai Demokrat memang ada kader yang melakukan korupsi, tapi jumlah tidak banyak. "Kami memang ada juga korupnya, tapi dikit rupanya," kata Ruhut sambil tertawa.
Seperti diketahui beberapa jajaran pengurus Partai Demokrat yang tersangkut kasus di KPK seperti, mantan Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Alfian Mallarangeng, mantan Ketum Demokrat Anas Urbaningrum, mantan Bendum Demokrat Muhammad Nazaruddin, dan mantan Wakil Sekjen Demokrat Angelina Sondakh.
Anggota Komisi III ini menambahkan, partainya selalu mendukung pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh KPK. "Kami tidak akan melindungi siapapun kader kami. Kami tetap tidak pada korupsi," tukasnya.
Baca berita:
Pengamat: Banyak program parpol masih mitos
(kri)