80% guru TK belum S1 atau D4
Rabu, 12 Maret 2014 - 02:34 WIB
80% guru TK belum S1 atau D4
A
A
A
Sindonews.com - Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal (PAUDNI) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Lydia Freyani Hawadie mengatakan, sekira 80 persen guru Taman Kanak-Kanak (TK) belum berkualifikasi S1 atau D4.
Padahal mulai tahun 2020, semua guru TK sudah harus bergelar sarjana. Hal itu sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas Pendidikan Anak usia Dini (PAUD).
Oleh karena itu, Kemendikbud harus melakukan terobosan yang efektif guna meningkatkan kualitas pendidikan usia dini. Karena, PAUD dinilai sebagai titik dasar dalam pengembangan dan pendidikan anak, sebelum masuk ke SD.
Dikatakan Lydia, selama ini upaya yang dilakukan pemerintah untuk guru PAUD dengan memberikan beasiswa untuk melanjutkan atau menuntaskan sampai ke pendidikan sarjana.
Namun, jumlahnya masih sangat sedikit. "Sudah ada program beasiswa untuk guru PAUD yang ingin melanjutkan pendidikan atau menuntaskan pendidikannya sampai S1, namanya bantuan kualifikasi, tapi jumlah tidak cukup besar," kata Lydia pada Peresmian PAUD 1000 Anak Bangsa Sarihusada, di Jakarta, Selasa 11 Maret 2014.
Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Bedjo Sujanto menegaskan, agar semua guru PAUD harus S1. Di UNJ sendiri memang dibuka program studi pendidikan keguruan jurusan PAUD.
Dia berharap, selama empat tahun diajar secara khusus oleh dosen berlayar belakang PAUD maka mereka akan menjadi guru anak usia dini yang cakap. Sementara untuk mencapai taraf professional sendiri diperlukan pelatihan yang tidak dapat ditempuh dalam waktu yang singkat.
Bejo menyadari masih banyak guru PAUD di PAUD komunitas lingkup RW yang masih lulusan SMA. Namun pihaknya memberikan pendampingan bagi guru PAUD yang masih SMA itu. setelah dilatih mereka akan mendapatkan sertifikat pelatihan PAUD.
“PAUD diajar oleh guru S1 memang sangat penting. Bukan sekadar materi ajarnya yang mudah dipelajari. Namun aspek perkembangan psikologis anak mesti diperhatikan karena menjadi bagian penting dalam pendidikan anak,” terangnya.
Wali Kota Jakarta Timur Krisdianto menambahkan, peranan PAUD memang sangat strategis untuk membentuk masa depan anak usia dini. Para guru harus dapat mengajarkan pendidikan sebaik mungkin terutama di pelajaran kejujuran, kedisiplinan dan daya juang.
Padahal mulai tahun 2020, semua guru TK sudah harus bergelar sarjana. Hal itu sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas Pendidikan Anak usia Dini (PAUD).
Oleh karena itu, Kemendikbud harus melakukan terobosan yang efektif guna meningkatkan kualitas pendidikan usia dini. Karena, PAUD dinilai sebagai titik dasar dalam pengembangan dan pendidikan anak, sebelum masuk ke SD.
Dikatakan Lydia, selama ini upaya yang dilakukan pemerintah untuk guru PAUD dengan memberikan beasiswa untuk melanjutkan atau menuntaskan sampai ke pendidikan sarjana.
Namun, jumlahnya masih sangat sedikit. "Sudah ada program beasiswa untuk guru PAUD yang ingin melanjutkan pendidikan atau menuntaskan pendidikannya sampai S1, namanya bantuan kualifikasi, tapi jumlah tidak cukup besar," kata Lydia pada Peresmian PAUD 1000 Anak Bangsa Sarihusada, di Jakarta, Selasa 11 Maret 2014.
Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Bedjo Sujanto menegaskan, agar semua guru PAUD harus S1. Di UNJ sendiri memang dibuka program studi pendidikan keguruan jurusan PAUD.
Dia berharap, selama empat tahun diajar secara khusus oleh dosen berlayar belakang PAUD maka mereka akan menjadi guru anak usia dini yang cakap. Sementara untuk mencapai taraf professional sendiri diperlukan pelatihan yang tidak dapat ditempuh dalam waktu yang singkat.
Bejo menyadari masih banyak guru PAUD di PAUD komunitas lingkup RW yang masih lulusan SMA. Namun pihaknya memberikan pendampingan bagi guru PAUD yang masih SMA itu. setelah dilatih mereka akan mendapatkan sertifikat pelatihan PAUD.
“PAUD diajar oleh guru S1 memang sangat penting. Bukan sekadar materi ajarnya yang mudah dipelajari. Namun aspek perkembangan psikologis anak mesti diperhatikan karena menjadi bagian penting dalam pendidikan anak,” terangnya.
Wali Kota Jakarta Timur Krisdianto menambahkan, peranan PAUD memang sangat strategis untuk membentuk masa depan anak usia dini. Para guru harus dapat mengajarkan pendidikan sebaik mungkin terutama di pelajaran kejujuran, kedisiplinan dan daya juang.
(maf)