Konsumsi susu masyarakat Indonesia di bawah Malaysia
Minggu, 09 Maret 2014 - 23:18 WIB
Konsumsi susu masyarakat Indonesia di bawah Malaysia
A
A
A
Sindonews.com - United Nations Development Program mengeluarkan hasil penelitian mengejutkan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia menduduki peringkat ke-124 dari 187 negara ASEAN, di bawah Singapura, Brunei, Malaysia, Thailand dan Filipina.
"Revolusi Putih tidak sekedar meningkatkan konsumsi susu masyarakat, tetapi juga produksi susu yang mampu menopang target konsumsi susu. Hal tersebut harus mulai dari politik anggaran yang memprioritaskan perbaikan sumber daya manusia Indonesia," kata juru bicara Mas Garuda Noudhy Valdryno, kepada Sindonews, Minggu (9/3/2014).
Valdryno menjelaskan, tingkat konsumsi susu Indonesia masih sangatlah minim. Padahal ini penting untuk meningkatkan kualitas generasi muda kedepan khusunya anak-anak. "Konsumsi susu orang Indonesia hanya 11,9 liter per tahun," terangnya.
Jumlah ini, jauh dibanding konsumsi susu masyarakat di Cina yang mencapai 24 liter, Vitenam 12,1 liter, Filipina 22,1 liter, Malaysia 22,1 liter, Thailand 33,7 liter, dan India yang mencapai 42,8 liter pertahun. "Dari sini disimpulkan bahwa konsumsi susu masyarakat Indonesia masih sangat rendah," ungkapnya.
"Kita hari ini bagikan 10.000 kotak susu kecil. Ini bagian dari revolusi putih. Ini sudah kita lakukan tahun lalu di semua pulau. Kecuali Papua," ungkapnya.
Dia menolak bulan pembagian susu ini sebagai upaya pencarian citra atau mencari dukungan dalam pemilu. "Mas Garuda netral. Kita memang ingin meningkatkan gizi masyarakat dengan menambah jumlah konsumsi susu. Tidak ada upaya menyuap masyarakat. Kita netral," tepisnya.
Selain itu, dia menambahkan dengan meningkatnya konsumsi susu, bukan hanya gizi masyarakat yang membaik. Kualitas petani dan peternak susu perah juga akan meningkat sesui dengan jumlah konsumsi yang meningkat.
"Revolusi Putih tidak sekedar meningkatkan konsumsi susu masyarakat, tetapi juga produksi susu yang mampu menopang target konsumsi susu. Hal tersebut harus mulai dari politik anggaran yang memprioritaskan perbaikan sumber daya manusia Indonesia," kata juru bicara Mas Garuda Noudhy Valdryno, kepada Sindonews, Minggu (9/3/2014).
Valdryno menjelaskan, tingkat konsumsi susu Indonesia masih sangatlah minim. Padahal ini penting untuk meningkatkan kualitas generasi muda kedepan khusunya anak-anak. "Konsumsi susu orang Indonesia hanya 11,9 liter per tahun," terangnya.
Jumlah ini, jauh dibanding konsumsi susu masyarakat di Cina yang mencapai 24 liter, Vitenam 12,1 liter, Filipina 22,1 liter, Malaysia 22,1 liter, Thailand 33,7 liter, dan India yang mencapai 42,8 liter pertahun. "Dari sini disimpulkan bahwa konsumsi susu masyarakat Indonesia masih sangat rendah," ungkapnya.
"Kita hari ini bagikan 10.000 kotak susu kecil. Ini bagian dari revolusi putih. Ini sudah kita lakukan tahun lalu di semua pulau. Kecuali Papua," ungkapnya.
Dia menolak bulan pembagian susu ini sebagai upaya pencarian citra atau mencari dukungan dalam pemilu. "Mas Garuda netral. Kita memang ingin meningkatkan gizi masyarakat dengan menambah jumlah konsumsi susu. Tidak ada upaya menyuap masyarakat. Kita netral," tepisnya.
Selain itu, dia menambahkan dengan meningkatnya konsumsi susu, bukan hanya gizi masyarakat yang membaik. Kualitas petani dan peternak susu perah juga akan meningkat sesui dengan jumlah konsumsi yang meningkat.
(san)