Demokrat andalkan peserta konvensi dongkrak elektabilitas
Minggu, 09 Maret 2014 - 15:16 WIB
Demokrat andalkan peserta konvensi dongkrak elektabilitas
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah nama peserta Konvensi Calon Presiden (Capres) Partai Demokrat diyakini mampu mengangkat citra partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.
Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok, menyebutkan beberapa nama diantaranya adalah Pramono Edhie Wibowo yang juga adik ipar SBY. Nama lainnya adalah Anis Baswedan yang dianggap sosok muda dan memiliki pemikiran orisinil serta belum terkontaminasi.
"Tapi mungkin dalam politik hal itu kurang cukup yang mengedepankan pragmatis," kata Mubarok dalam acara diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (9/3/2014).
Menurutnya dengan sejumlah nama di Konvensi Partai Demokrat itu semakin menambah percaya diri (pede) untuk meraih suara hingga 15 persen dalam Pemilu 2014. Lanjutnya, sejumlah peserta Konvensi Demokrat itu dinilai mampu melanjutkan perubahan setelah kepemimpinan Presiden SBY.
"SBY muncul dengan soft power menggantikan hard power seperti di era Soekarno dan Soeharto. Namun soft power ini tidak bisa sukses hanya dengan 10 tahun menjabat. Oleh karena itu pemimpin setelah SBY harus menlanjutkannya," ucapnya.
Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok, menyebutkan beberapa nama diantaranya adalah Pramono Edhie Wibowo yang juga adik ipar SBY. Nama lainnya adalah Anis Baswedan yang dianggap sosok muda dan memiliki pemikiran orisinil serta belum terkontaminasi.
"Tapi mungkin dalam politik hal itu kurang cukup yang mengedepankan pragmatis," kata Mubarok dalam acara diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (9/3/2014).
Menurutnya dengan sejumlah nama di Konvensi Partai Demokrat itu semakin menambah percaya diri (pede) untuk meraih suara hingga 15 persen dalam Pemilu 2014. Lanjutnya, sejumlah peserta Konvensi Demokrat itu dinilai mampu melanjutkan perubahan setelah kepemimpinan Presiden SBY.
"SBY muncul dengan soft power menggantikan hard power seperti di era Soekarno dan Soeharto. Namun soft power ini tidak bisa sukses hanya dengan 10 tahun menjabat. Oleh karena itu pemimpin setelah SBY harus menlanjutkannya," ucapnya.
(kur)