Pemerintah janji tunjangan guru cair akhir Maret
Jum'at, 07 Maret 2014 - 21:05 WIB
Pemerintah janji tunjangan guru cair akhir Maret
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah akhirnya akan membayar tunjangan guru non Pegawai Negeri Sipil (PNS) senilai Rp5 triliun. Pembayaran tersebut akan dilakukan pada akhir Maret 2014 mendatang.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh mengatakan, sejak dua bulan lalu Kemendikbud membahas mengenai tunjangan guru yang selalu telat ini. Mereka bingung mengapa tunjangan guru tidak bisa disalurkan tepat waktu, sasaran dan jumlahnya.
“Sejak dua bulan terakhir kami punya cita-cita, masa sih tidak bisa salurkan tunjangan guru secara 3T, tepat waktu, tepat jumlah dan tepat sasaran,” kata M Nuh di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Jumat (7/3/2014).
Mantan Menkominfo ini menjelaskan, Kemendikbud akhirnya membuat mekanisme agar tunjangan guru yang 3T tercapai. Sistem yang dibangun mulai mendata syarat tunjangan guru, mulai dari keabsahan sertifikasi hingga pencantuman nomor rekening yang akan dibayarkan tunjangannya.
Dia mengakui, sistem ini memang akan memperlancar pembayaran tunjangan guru yang menjadi tanggungan Kemendikbud. Yakni tunjangan bagi guru non PNS, guru yang sedang lanjut S1 dan D4, guru yang bertugas di sekolah luar biasa dan guru yang mengajar di daerah khusus karena anggaran pembayarannya berasal dari kas Kemendikbud.
Menurutnya, bahkan pada Maret nanti guru-guru dapat memeriksa apa benar tunjangannya sudah dibayar ke rekening langsung atau tidak. Data yang diumumkan secara terbuka di website Kemendikbud itu juga memuat nama-nama guru di seluruh kabupaten kota dan juga nama guru yang bertugas di daerah khusus.
Sementara tunjangan guru PNS yang sudah ditransfer ke daerah Kemendikbud akan berkoordinasi lagi dengan dinas kabupaten kota. Namun Mendikbud menekankan, semestinya kabupaten kota mempunyai semangat sama dengan pemerintah pusat.
Yakni membayarkan tunjangan guru tepat waktu. Meski demikian, dia menjamin pada Maret nanti tunjangan guru PNS juga akan rampung terbayarkan. “Kami akan koordinasi dengan dinas kabupaten kota agar pembayaran tunjangan guru PNS dapat terselesaikan,” ucap Nuh.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh mengatakan, sejak dua bulan lalu Kemendikbud membahas mengenai tunjangan guru yang selalu telat ini. Mereka bingung mengapa tunjangan guru tidak bisa disalurkan tepat waktu, sasaran dan jumlahnya.
“Sejak dua bulan terakhir kami punya cita-cita, masa sih tidak bisa salurkan tunjangan guru secara 3T, tepat waktu, tepat jumlah dan tepat sasaran,” kata M Nuh di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Jumat (7/3/2014).
Mantan Menkominfo ini menjelaskan, Kemendikbud akhirnya membuat mekanisme agar tunjangan guru yang 3T tercapai. Sistem yang dibangun mulai mendata syarat tunjangan guru, mulai dari keabsahan sertifikasi hingga pencantuman nomor rekening yang akan dibayarkan tunjangannya.
Dia mengakui, sistem ini memang akan memperlancar pembayaran tunjangan guru yang menjadi tanggungan Kemendikbud. Yakni tunjangan bagi guru non PNS, guru yang sedang lanjut S1 dan D4, guru yang bertugas di sekolah luar biasa dan guru yang mengajar di daerah khusus karena anggaran pembayarannya berasal dari kas Kemendikbud.
Menurutnya, bahkan pada Maret nanti guru-guru dapat memeriksa apa benar tunjangannya sudah dibayar ke rekening langsung atau tidak. Data yang diumumkan secara terbuka di website Kemendikbud itu juga memuat nama-nama guru di seluruh kabupaten kota dan juga nama guru yang bertugas di daerah khusus.
Sementara tunjangan guru PNS yang sudah ditransfer ke daerah Kemendikbud akan berkoordinasi lagi dengan dinas kabupaten kota. Namun Mendikbud menekankan, semestinya kabupaten kota mempunyai semangat sama dengan pemerintah pusat.
Yakni membayarkan tunjangan guru tepat waktu. Meski demikian, dia menjamin pada Maret nanti tunjangan guru PNS juga akan rampung terbayarkan. “Kami akan koordinasi dengan dinas kabupaten kota agar pembayaran tunjangan guru PNS dapat terselesaikan,” ucap Nuh.
(maf)