Bahaya narkoba, BNN ajak orangtua perhatikan anak
Kamis, 06 Maret 2014 - 15:19 WIB
Bahaya narkoba, BNN ajak orangtua perhatikan anak
A
A
A
Sindonews.com - Perhatian cukup dari orangtua kepada anak ampuh mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba oleh generasi muda. Untuk itu informasi yang cukup seputar dampak buruk narkoba penting dimiliki masing-masing keluarga.
Informasi ini penting agar pendidikan serta imbauan yang diberikan seputar dampak buruk penggunaan narkoba dapat diterima oleh generasi muda.
"Pembekalan juga diberikan dalam bentuk nilai-nilai luhur kekeluargaan yang nantinya diharapkan bisa menghindari generasi muda agar tidak terpengaruh berbagai macam godaan di lingkungan sekitar," ujar Analis Pengembangan Model Pencegahan Bahaya Narkoba BNN Kombes Pol Sri Haryati kepada sejumlah orangtua di Jakarta, Kamis (6/3/2014).
Menurutnya upaya pencegahan ini diperlukan agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba memang harus dimulai dari lingkungan keluarga. Sosok ibu maupun ayah sangat penting, karena menjadi sosok panutan dan paling dekat dengan anak masing-masing.
"Namun jika sudah ada yang terlanjur menggunakan barang haram itu, maka ibu jangan segan untuk melapor, nanti akan segera direhabilitasi tanpa dihukum penjara," jelasnya.
Hal senada diungkapkan Deputi Rehabilitasi BNN, Suhartini Saragih. Dia menyampaikan bahwa pecandu adalah orang yang harus diobati dan membutuhkan perhatian khusus serta mendalam. "Pecandu adalah korban," terangnya.
Namun ditegaskan oleh Suhartini pandangan bahwa pecandu lebih baik dipenjara merupakan pemikiran yang keliru. Alasannya, bukan tidak mungkin para pecandu itu akan melanjutkan kebiasaannya selama di penjara.
Sebaliknya, jika direhabilitasi dipanti maka akan dibiasakan untuk tidak ketergantungan pada barang haram tersebut. "Tidak ada dan tidak boleh ada (narkoba) sama sekali, terkecuali oleh resep dokter," tukasnya.
Berita:
Berantasa narkoba, BNN dan Polri bersinergi
Informasi ini penting agar pendidikan serta imbauan yang diberikan seputar dampak buruk penggunaan narkoba dapat diterima oleh generasi muda.
"Pembekalan juga diberikan dalam bentuk nilai-nilai luhur kekeluargaan yang nantinya diharapkan bisa menghindari generasi muda agar tidak terpengaruh berbagai macam godaan di lingkungan sekitar," ujar Analis Pengembangan Model Pencegahan Bahaya Narkoba BNN Kombes Pol Sri Haryati kepada sejumlah orangtua di Jakarta, Kamis (6/3/2014).
Menurutnya upaya pencegahan ini diperlukan agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba memang harus dimulai dari lingkungan keluarga. Sosok ibu maupun ayah sangat penting, karena menjadi sosok panutan dan paling dekat dengan anak masing-masing.
"Namun jika sudah ada yang terlanjur menggunakan barang haram itu, maka ibu jangan segan untuk melapor, nanti akan segera direhabilitasi tanpa dihukum penjara," jelasnya.
Hal senada diungkapkan Deputi Rehabilitasi BNN, Suhartini Saragih. Dia menyampaikan bahwa pecandu adalah orang yang harus diobati dan membutuhkan perhatian khusus serta mendalam. "Pecandu adalah korban," terangnya.
Namun ditegaskan oleh Suhartini pandangan bahwa pecandu lebih baik dipenjara merupakan pemikiran yang keliru. Alasannya, bukan tidak mungkin para pecandu itu akan melanjutkan kebiasaannya selama di penjara.
Sebaliknya, jika direhabilitasi dipanti maka akan dibiasakan untuk tidak ketergantungan pada barang haram tersebut. "Tidak ada dan tidak boleh ada (narkoba) sama sekali, terkecuali oleh resep dokter," tukasnya.
Berita:
Berantasa narkoba, BNN dan Polri bersinergi
(kur)