PKS jawab dugaan pelanggaran kampanye di Bandung
Minggu, 02 Maret 2014 - 23:24 WIB
PKS jawab dugaan pelanggaran kampanye di Bandung
A
A
A
Sindonews.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjawab Apel Siaga kadernya di Kota Bandung yang diduga oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) telah termasuk pelanggaran kampanye.
Panwaslu menilai kegiatan yang digelar di Gedung Bikasoga, Kota Bandung, pada hari ini sebagai rapat umum. Namun PKS menyanggahnya.
"Kegiatan tadi bukan rapat umum, tapi acara internal DPD PKS (Kota Bandung)," kata penanggung jawab Apel Siaga Kader PKS Kota Bandung Haru Suandaru, Minggu (2/3/2014).
Kegiatan tersebut berisi pembekalan dan konsolidasi di internal PKS jelang Pemilu 2014. "Ini untuk memantapkan langkah supaya kita semangat untuk memenangkan pileg. Jadi kita bukan bicara kepada konstituen atau pemilih, tapi bicara kepada kader PKS," jelasnya.
Menurut Haru konsolidasi internal tadi berbeda dengan kampanye rapat umum. "Rapat umum kan ada kriterianya, ada pemaparan visi-misi caleg, partai, ada alat peraga, dan lain-lain," ungkapnya.
Sedangkan hal itu tidak ada dalam kegiatan tadi. "Ini kader semua yang diundang. Mereka datang untuk mendengar arahan dari Ketua DPW PKS Jawa Barat, dari Presiden PKS," tegasnya.
Untuk jumlah peserta, ia mengakui jumlahnya cukup banyak. Bahkan diperkirakan lebih dari 2.500 atau melebihi undangan. Itu karena antusiasme mereka untuk menghadiri Apel Siaga.
Haru pun menyatakan siap jika sewaktu-waktu dipanggil Panwaslu untuk melakukan klarifikasi, dan memaparkan semua hal yang terkait dengan kegiatan Apel Siaga. Tapi dalam hal ini PKS hanya bersifat menunggu undangan.
Panwaslu menilai kegiatan yang digelar di Gedung Bikasoga, Kota Bandung, pada hari ini sebagai rapat umum. Namun PKS menyanggahnya.
"Kegiatan tadi bukan rapat umum, tapi acara internal DPD PKS (Kota Bandung)," kata penanggung jawab Apel Siaga Kader PKS Kota Bandung Haru Suandaru, Minggu (2/3/2014).
Kegiatan tersebut berisi pembekalan dan konsolidasi di internal PKS jelang Pemilu 2014. "Ini untuk memantapkan langkah supaya kita semangat untuk memenangkan pileg. Jadi kita bukan bicara kepada konstituen atau pemilih, tapi bicara kepada kader PKS," jelasnya.
Menurut Haru konsolidasi internal tadi berbeda dengan kampanye rapat umum. "Rapat umum kan ada kriterianya, ada pemaparan visi-misi caleg, partai, ada alat peraga, dan lain-lain," ungkapnya.
Sedangkan hal itu tidak ada dalam kegiatan tadi. "Ini kader semua yang diundang. Mereka datang untuk mendengar arahan dari Ketua DPW PKS Jawa Barat, dari Presiden PKS," tegasnya.
Untuk jumlah peserta, ia mengakui jumlahnya cukup banyak. Bahkan diperkirakan lebih dari 2.500 atau melebihi undangan. Itu karena antusiasme mereka untuk menghadiri Apel Siaga.
Haru pun menyatakan siap jika sewaktu-waktu dipanggil Panwaslu untuk melakukan klarifikasi, dan memaparkan semua hal yang terkait dengan kegiatan Apel Siaga. Tapi dalam hal ini PKS hanya bersifat menunggu undangan.
(hyk)