Soal Anggito, Mahfud contohkan Menhan Jerman

Selasa, 18 Februari 2014 - 15:31 WIB
Soal Anggito, Mahfud...
Soal Anggito, Mahfud contohkan Menhan Jerman
A A A
Sindonews.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD tidak yakin Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Anggito Abimanyu melakukan tindakan plagiat atau plagiarisme.

"Saya tidak yakin Anggito sengaja melakukan itu," ujar Mahfud MD di kantor PC NU Lewimunding, Majalengka, Jawa Barat, Selasa (18/2/2014).

Mahfud mengenal sosok Anggito yang juga dosen Universitas Gajah Mada (UGM) mempunyai integritas yang cukup tinggi. Kalaupun pada akhirnya Anggito mundur dari jabatannya sebagai dosen UGM, itu merupakan bentuk pertanggungjawaban Anggito.

"Anggito ini mengambil karya orang lain tanpa sengaja hanya keliru copy paste, ambil file, dia merasa bertanggung jawab dan mundur," ujarnya.

Mahfud bercerita, pernah ada menteri pertahanan Jerman mengundurkan diri karena disertasinya mengutip satu pendapat, tapi lupa tidak menyebut sumbernya."Ini Anggito juga melakukan hal sama, saya kira bagus karena pendidikan kita dirusak oleh plagiarisme, kadang kala orang sesukanya mengambil karya orang," pungkasnya.

Sekadar mengingatkan, pada 2011 lalu Menteri Pertahanan Jerman Karl Theodor Freiherr zu Guttenberg mengundurkan diri setelah dituduh melakukan plagiat dalam desertasi untuk mendapatkan gelar doktor.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM yang merupakan Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama, Anggito Abimanyu mengundurkan diri dari UGM.

Anggito Abimanyu mengundurkan diri atas kasus tudingan plagiarisme atas karya tulis Hotbonar Sinaga dan Munawar Kasan dalam sebuah artikel media nasional. Tulisan atas nama Anggito tersebut tayang pada 10 Februari 2014 lalu dengan judul Gagasan Asuransi Bencana.

Menurut pengakuannya, dirinya mengaku telah melakukan kesalahan dalam pengutipan referensi dalam sebuah folder di komputer pribadinya.

"Artikel saya kirim sendiri melalui komputer pribadi saya. Saya akui saya telah melakukan kesalahan. Saya khilaf!" tutur Anggito di University Club UGM, Yogyakarta, Senin 17 Februari kemarin.

Pengunduran itu dilakukannya agar tak mencoreng nama besar UGM yang saat ini gencar berkomitmen pada nilai-nilai kejujuran."Pengunduran diri saya ini demi mempertahankan kredibilitas UGM sebagai universitas dengan komitmen pada nilai-nilai kejujuran, integritas dan tanggung jawab akademik," ujar Anggito.

Berita:
Kasus plagiat, Anggitor mundur dari UGM

Kekhilafan Anggito seharusnya tidak terjadi
(dam)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Forum ILC Jenewa, Delegasi...
Forum ILC Jenewa, Delegasi Indonesia Dorong Payung Hukum Global bagi Pekerja Digital
Suvenir Kapal Perang...
Suvenir Kapal Perang Mikasa dari Menhan Jepang untuk Presiden Prabowo
Kasus Sertifikasi K3,...
Kasus Sertifikasi K3, KPK Telusuri Aliran Uang ke Pihak Kemnaker
Menhan Jepang Temui...
Menhan Jepang Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Penguatan Kerja Sama Pertahanan Dibahas
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
Infografis
Adu Pendidikan Gatot...
Adu Pendidikan Gatot Nurmantyo vs Mahfud MD, Calon Menko Polkam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved