Aher: Orang Sunda tak dilarang jadi presiden

Senin, 10 Februari 2014 - 02:39 WIB
Aher: Orang Sunda tak...
Aher: Orang Sunda tak dilarang jadi presiden
A A A
Sindonews.com - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan terpilih menjadi salah satu bakal calon presiden dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Aher, begitu ia akrab disapa, makin percaya diri untuk membentuk tim sukses memenangkan dirinya.

"Suruh tim sukses bikin, ya kita bikin, terdiri dari relawan, akademisi, mahasiswa, pemikir. Nanti kalau ditanya konsep negara, ekonomi, kan saya harus biasa dan bisa jawab," katanya di kediaman mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi, Minggu (9/2/2014).

Aher mengaku, tak lama lagi ia akan memasang spanduk pencapresan dirinya. Ia mengklaim, setiap pemimpin harus mengedepankan kepentingan rakyat dibanding kepentingan golongan atau partai.

"Pasanglah spanduk, 1, 2, 3 titik, supaya kenal saya dicapreskan, ada progress. Masa enggak ada progress. Kita bangun kebersamaan lah, sulit lah kalau tidak. Tak ada yang bisa membangun negara sendiri, harus dengan kelompok yang lain. Kepentingan masyarakat dikedepankan, dibanding golongan atau partai," katanya.

Aher pun menampik stigma di masyarakat, presiden biasanya selalu dari suku Jawa. Sebagai tokoh dengan etnis Sunda, Aher mengaku tak pantang menyerah.

"Saya kira kan tidak terlarang orang Sunda jadi presiden, Jawa jadi presiden, boleh-boleh saja. Kan orang bugis juga jadi presiden kan. (Pak Tifatul bukan Jawa) enggak juga. Kan memang itu hasil Pemira 5 besar, keputusan Majelis Syuro dengan pertimbangan yang ada, 5 jadi 3, nanti habis pileg jadi 1 calon," bebernya.

Aher mengatakan, ia akan terus bergerak meyakinkan publik. Saat ini, lanjutnya, sudah bukan zamannya berbicara capres maka dikaitkan dengan etnis.

"Sepanjang saya masih tiga besar ya terus bergerak. Bicara kapasitas saja, tak bicara etnis. Kita selesaikan persoalan dari atas, kita diberi anugerah sumber daya alam melimpah, disusun dikelola dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Supaya kita jadikan kemakmuran bagi masyarakat kita," katanya.
(mhd)
Berita Terkait
Jadwal dan Panggung...
Jadwal dan Panggung Debat Capres dan Cawapres 2024
Digelar 5 Kali, Berikut...
Digelar 5 Kali, Berikut Jadwal Debat Capres dan Cawapres 2024
Haedar Nashir: Debat...
Haedar Nashir: Debat Capres-Cawapres Jangan seperti Cerdas Cermat
Soal Debat Capres-Cawapres,...
Soal Debat Capres-Cawapres, Wapres: Capres Sendiri, Cawapres Sendiri
Debat Capres-Cawapres...
Debat Capres-Cawapres dan Capaian RPJMN Kesehatan
MK Tolak Gugatan Batas...
MK Tolak Gugatan Batas Usia Capres-Cawapres 35 Tahun
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved