Erwiana kapok jadi TKI

Rabu, 05 Februari 2014 - 15:12 WIB
Erwiana kapok jadi TKI
Erwiana kapok jadi TKI
A A A
Sindonews.com - Setelah menjalani perawatan hampir satu bulan lamanya, di Rumah Sakit Islam Amal Sehat, Sragen, Jawa Tengah, Erwiana Sulistiyaningsih (20), Tenaga Kerja Wanita (TKW) korban penyiksaan di Hong Kong, diperbolehkan pulang.

Meskipun diperbolehkan pulang oleh tim dokter, namun kesehatan TKW yang akan menghadapi persidangan perdana di Hongkong pada 25 Maret 2014 itu, tetap dipantau.

Erwiana berharap, kasus yang menimpa dirinya adalah kasus penyiksaan terakhir yang dialami Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. "Saya ucapkan terima kasih kepada pihak rumah sakit yang telah berjuang keras menyelamatkan jiwa saya," kata Erwiana dalam konferensi pers, sebelum meninggalkan rumah sakit, Sragen, Jawa Tengah, Rbu (5/2/2014).

"Juga untuk teman-teman media yang tidak jemu-jemunya memuat berita saya hingga nasib yang saya alami menjadi perhatian dunia internasional. Semoga tidak ada Erwiana-Erwiana lainnya. Cukup saya saja yang terakhir," imbuhnya.

Selain itu, Erwiana pun mengucapkan terima kasih untuk sesama TKI di Hongkong yang juga berjuang keras agar kasusnya tidak berhenti begitu saja. Menurutnya, dengan penganiayaan ini, dirinya kapok untuk kembali menjadi TKI.

Selain itu, Erwiana sendiri tidak menduga bila keputusannya mengais dolar ke negeri lain, berakibat buruk buta dirinya. Keputusan menjadi TKI itu diambil Erwiana karena dirinya ingin meringankan beban orang tua.

Selain itu, Erwiana ingin adiknya bisa sekolah tinggi. Termasuk keinginan dirinya melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi, hingga akhirnya Erwiana memutuskan menjadi TKI ke Hongkong.

"Tidak tahunya keputusan menjadi TKI merupakan keputusan yang salah. Saya kapok menjadi TKI. Saya ingin kuliah lagi saja di sini," paparnya.

Sementara itu Tim kuasa hukum Erwiana dari LBH Yogyakarta, Sarli Zulhendra mengatakan, meskipun sudah boleh pulang, kesehatan Erwiana belum 100 persen sembuh total.

Pasalnya, Erwiana masih mengeluhkan pusing di kepalanya serta penglihatan Erwiana sendiri belum kuat menerima cahaya yang berlebih.

"Erwiana tetap harus kontrol tiap minggunya. Erwiana masih mengeluhkan pusing dan penglihatan korban belum bisa fokus, itu juga dibenarkan tim dokter," jelasnya.

Bayar Rp1,5 miliar, penyiksa Erwiana bebas
(maf)
Berita Terkait
TKI Sumarkinah Korban...
TKI Sumarkinah Korban Penganiayaan di Saudi Sudah Dievakuasi dari Rumah Majikan
Kronologi TKI Asal Sukabumi...
Kronologi TKI Asal Sukabumi Disiksa dan Disiram Air Panas karena Dituduh Guna-guna Majikan
Siksa dan Paksa TKI...
Siksa dan Paksa TKI Makan Kapas Kotor, Seorang Wanita di Singapura Diamankan
Tak Punya Rasa Kemanusiaan,...
Tak Punya Rasa Kemanusiaan, Mantan Politisi Malaysia Siksa TKW Asal Banjarnegara selama 5 Tahun
Dituduh Guna-guna Majikan...
Dituduh Guna-guna Majikan di Arab Saudi, TKI asal Sukabumi Disiksa dan Disiram Air Panas
Dubes Hermono: Banyak...
Dubes Hermono: Banyak PRT Indonesia Diperlakukan seperti Budak Zaman Modern di Malaysia
Berita Terkini
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved