3 perbedaan mendasar antara PDIP & Golkar

Selasa, 04 Februari 2014 - 08:01 WIB
3 perbedaan mendasar...
3 perbedaan mendasar antara PDIP & Golkar
A A A
Sindonews.com - Partai Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menduduki peringkat teratas dalam elektabilitas partai politik (parpol).

Hal tersebut berdasarkan survei dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI). Hasil survei ini membuat kedua partai besar ini disarankan berkoalisi untuk memenangkan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang.

"Koalisi kedua partai tersebut sulit dibangun, meski dilakukan koalisi jangka pendek, menengah maupun jangka panjang," kata pengamat politik dari Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti, saat dihubungi Sindonews, Senin 3 Januari 2014, malam.

Menurut Ray, perbedaan yang mencolok dari kedua parpol ini adalah, karena persaingan antar keduanya sangat kuat. "Kalau mereka (PDIP dan Golkar) berkoalisi untuk jangka pendek atau panjang, justru akan menghambat mereka," ucapnya.

"Ada tiga perbedaan kedua partai tersebut, masa lalu, gaya berbeda, target yang berbeda, tapi bukan tidak mungkin berkoalisi, tapi akan lama prosesnya. kalau cuma mereka berpikirnya koalisi jangka pendek sekalipun akan tetap susah," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Golkar Hajriyanto Y Thohari mengungkapkan telah lama partainya ingin berkoalisi dengan PDIP seperti yang disarankan LSI.

"Partai sangat sependapat dengan saran LSI itu. Bahkan sejatinya sudah sejak lama Partai Golkar menginginkan menjalin koalisi yang kuat dan permanen dengan PDIP," kata Hajriyanto saat dihubungi wartawan.

"Bagi Partai Golkar, Indonesia bukan hanya butuh demokrasi, melainkan juga stabilitas politik yang kuat dan dinamis," sambungnya.

Menurut dia, koalisi Partai Golkar dan PDIP mampu mewujudkan Indonesia yang stabil sekaligus dinamis. Koalisi keduanya juga diyakini akan dapat memadukan demokrasi dan pembangunan.

"PDIP simbol demokrasi, Partai Golkar simbol pembangunan. Demokrasi tanpa pembangunan adalah laksana pohon yang tidak berbuah, sementara pembangunan tanpa demokrasi adalah otoritarianisme. Partai Golkar memang harus berkoalisi dengan PDIP untuk kemajuan dan kejayaan Indonesia," terangnya.

Partai Golkar ngebet koalisi dengan PDIP
PDIP ogah pikirkan koalisi
(maf)
Berita Terkait
HUT ke-57 Partai Golkar...
HUT ke-57 Partai Golkar Bertema Bersatu untuk Menang
Bahlil Lahadalia Tegaskan...
Bahlil Lahadalia Tegaskan Soliditas Kader di HUT ke-61 Partai Golkar
Persiapan Jelang Perayaan...
Persiapan Jelang Perayaan HUT Ke-61 Partai Golkar
Soal Peluang Golkar...
Soal Peluang Golkar Ubah AD/ART untuk Jokowi Maju Ketum, Aburizal Bakrie: Bisa Saja jika Daerah Mau
Pembukaan Rapimnas Partai...
Pembukaan Rapimnas Partai Golkar
Tasyakuran HUT Ke-57...
Tasyakuran HUT Ke-57 Partai Golkar
Berita Terkini
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
Terbukti Selingkuh dan...
Terbukti Selingkuh dan Pungli, Anggota KPU OKU Timur Dipecat
Poltracking Temukan...
Poltracking Temukan PDIP Puas Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Pakar Hukum: Bisa Timbulkan Persoalan
Wali Kota Agustina Bawa...
Wali Kota Agustina Bawa Inovasi Semarang ke Panggung Nasional, Tawarkan Solusi Ketahanan Pangan Kota Masa Depan
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved