Polda Metro turunkan 2/3 kekuatan kawal Pemilu 2014
Rabu, 29 Januari 2014 - 16:23 WIB
Polda Metro turunkan 2/3 kekuatan kawal Pemilu 2014
A
A
A
Sindonews.com - Polda Metro Jaya menyiapkan 19 ribu personel untuk mengamankan Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2014.
"Kami kerahkan dua per tiga dari kekuatan polisi. Jadi diperkirakan ada 19 ribu personel kekuatan dari Polda Metro Jaya," ujar Direktur Sabhara Baharkam Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Heri Hawan saat ditemui usai simulasi pengamanan pemilu di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (29/1/2014).
Namun saat ditanyakan mengenai wilayah mana saja yang menjadi prioritas pengamanan, Heri mengatakan, hal itu tergantung ancaman di wilayah. "Nantinya kami akan selektif prioritas dan penempatan personel sesuai kemampuan sarana dan prasarana," kata dia.
Sementara itu, pihaknya juga telah menyiapkan pengamanan ketika ada kendala di lapangan. Peraturan Kapolri No 8 Tahun 2013 Tentang Pengananan Konflik Sosial pun telah diberikan pada personel.
"Sudah kami siapkan semua dan sudah kami berikan pelatihan bagaimana implementasinya nanti."
Selain itu penggunaan peluru tajam pun diakuinya adalah pilihan terakhir ketika terjadi chaos. Langkah awal yang dilakukan dengan melakukan tindakan preventif, preemptif, lalu represif.
"Kami kerahkan dua per tiga dari kekuatan polisi. Jadi diperkirakan ada 19 ribu personel kekuatan dari Polda Metro Jaya," ujar Direktur Sabhara Baharkam Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Heri Hawan saat ditemui usai simulasi pengamanan pemilu di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (29/1/2014).
Namun saat ditanyakan mengenai wilayah mana saja yang menjadi prioritas pengamanan, Heri mengatakan, hal itu tergantung ancaman di wilayah. "Nantinya kami akan selektif prioritas dan penempatan personel sesuai kemampuan sarana dan prasarana," kata dia.
Sementara itu, pihaknya juga telah menyiapkan pengamanan ketika ada kendala di lapangan. Peraturan Kapolri No 8 Tahun 2013 Tentang Pengananan Konflik Sosial pun telah diberikan pada personel.
"Sudah kami siapkan semua dan sudah kami berikan pelatihan bagaimana implementasinya nanti."
Selain itu penggunaan peluru tajam pun diakuinya adalah pilihan terakhir ketika terjadi chaos. Langkah awal yang dilakukan dengan melakukan tindakan preventif, preemptif, lalu represif.
(hyk)