Kemenkeu tolak anggaran kesehatan masyarakat di luar PBI

Selasa, 28 Januari 2014 - 20:55 WIB
Kemenkeu tolak anggaran...
Kemenkeu tolak anggaran kesehatan masyarakat di luar PBI
A A A
Sindonews.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi mengklaim, telah mengajukan anggaran Rp400 miliar untuk pembiayaan masyarakat di luar Penerima Bantuan Iuran (PBI) kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Namun anggaran tersebut diakui Nafsiah, tidak disetujui. "Anggaran Rp400 miliar untuk penghuni panti, lapas atau rutan, anak terlantar gelandangan dan pengemis dan Jampersal," kata Menkes saat ditemui di DPR, Jakarta, Selasa (28/1/2014).

Menurut Nafsiah, Kemenkes akan megajukan anggaran tersebut dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja negara Perubahan (APBN-P) selanjutnya, dan akan diperjuangkan agar dapat terealisasi.

"Kita akan minta dinas sosial di daerah untuk menyisihkan (biaya) dalam bentuk bantuan sosial masyarakat," ucapnya.

Selain itu, Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) kesehatan akan bekerja sama melalui Corporate Social Responbility (CRS) guna bantuan sosial masyarakat. Dana juga akan dikumpulkan melalui gerakan organisasi sosial melalui zakat mal, dana tersebut akan dikumpulkan dan dibaurkan dalam bantuan sosial masyarakat.

"Nantinya bisa untuk membayar lansia yang ada di panti atau gelandangan yang daerahnya tidak mampu membayar. Sekarang kita manfaatkan dulu dana sosial," tutur Menkes.

Anggota Komisi IX Rieke Diah Pitaloka menambahkan, seharusnya masyarakat seperti gelandangan, para gepeng, lansia di panti, otomatis masuk PBI. Hal ini menjadi masalah dikarenakan, pemerintah tidak jujur karena yang seharusnya ditanggung lebih dari 86,4 juta.

"Wamenkes yang bilang, diakuinya ada 130 juta masyarakat yang seharusnya ditanggung. Tetapi dilimpahkan ke dalam APBD melalui Jamkesda," kata dia saat dihubungi KORAN SINDO.

Menurut Rieke, seharusnya semua masyarakat yang berkategori tidak mampu, harus ditanggung pemerintah dalam APBN, hal ini dikarenakan berlakunya Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) merupakan amanat dari Undang-undang (UU).

Maka telah terjadi manipulasi data penduduk yang tidak mampu. "BPS mendata terdapat 100 juta masyarakat miskin. Sedangkan PPlS di tahun 2011 sebanyak 100,8 juta," ungkapnya.
(maf)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Derita Kanker Stadium...
Derita Kanker Stadium 3, Bocah 7 Tahun Warga Tangsel Ini Butuh Biaya
Berita Terkini
Bos FBI Temui Prabowo,...
Bos FBI Temui Prabowo, Artefak Papua yang Diselundupkan ke AS Kembali ke Indonesia
Pengamat Soroti Rumor...
Pengamat Soroti Rumor Privat di Kasus Febrie: Jangan Geser Fokus dari Substansi Hukum
Hangat dan Haru, Prabowo...
Hangat dan Haru, Prabowo Jamu Perwira TNI-Polri dan Orang Tua di Istana Usai Praspa 2026
Hari Anak Nasional ke-42,...
Hari Anak Nasional ke-42, saatnya Negara Membangun Prasyarat Perlindungan Anak
Febrie Adriansyah Mangkir...
Febrie Adriansyah Mangkir dari Pemeriksaan Kejagung, Dipanggil Ulang Besok
Dokter Tifa Siap Terima...
Dokter Tifa Siap Terima Apa Pun Putusan Sela Hari Ini
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved