Terkait somasi, SBY pertaruhkan elektabilitas Demokrat

Selasa, 28 Januari 2014 - 08:06 WIB
Terkait somasi, SBY...
Terkait somasi, SBY pertaruhkan elektabilitas Demokrat
A A A
Sindonews.com - Tindakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mensomasi sejumlah politikus melalui kuasa hukumnya dianggap hanya menimbulkan persepsi negatif publik. Yang terkena imbasnya adalah Partai Demokrat yang tengah berjuang bangkit dari badai keterpurukan jelang Pemilu 2014.

Menurut Pengamat Politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Muradi, langkah somasi tersebut adalah bentuk dari penegasan rasa khawatir SBY atas keberlangsungan kepemimpinannya yang bisa jadi tidak soft landing.

"Keselamatan keluarganya yang telah disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan sejumlah kasus korupsi dan Partai Demokrat yang bahkan ketika dipimpinnya tidak menunjukkan meningkatnya elektabilitas," ujarnya saat dihubungi Sindonews, Selasa (28/1/2014).

Artinya, lanjut dia, posisi sentral SBY tersebut akan membuat pribadi, keluarga, dan Partai demokrat akan sangat terpengaruh negatif dengan langkah mensomasi pengkritiknya. Sebagai representasi dari Partai Demokrat, maka langkah somasi tim kuasa hukum SBY tersebut akan membuat elektabilitas partai berlambang bintang segitiga itu terkoreksi.

"Artinya SBY harus menyadari bahwa tiap langkah dan kebijakan serta manuver yang dilakukan akan mengoreksi elektabilitas partai yang dipimpinnya," tegas dosen Universitas Paramadina ini.

Muradi menambahkan, jika somasi itu tidak dihentikan bukan tidak mungkin Partai Demokrat akan terus menurun tingkat elektabilitasnya melewati angka psikologis perolehan suara yang berkisar diangka 7-9 persen.

"Dengan langkah yang tidak simpatik tersebut perolehan Demokrat akan menurun di bawah angka 7 persen dan itu lampu merah bagi Demokrat," tutupnya.

Seperti diketahui, Presiden SBY melalui pengacara keluarga melayangkan somasi kepada beberapa pihak. Mereka yang disomasi antara lain aktivis ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Sri Mulyono, mantan Menteri era Presiden Abdurrahman Wahid, Rizal Ramli, dan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah.

Baca berita:
Demokrat gerah somasi SBY jadi polemik
Istana: Honor pengacara keluarga SBY bukan dari APBN
Somasi rakyatnya sendiri, SBY cederai nilai demokrasi
(kri)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
Motif Skandal Riset...
Motif Skandal Riset Palsu Internasional, Pelaku Incar Travel Grant ke Luar Negeri
Siap-Siap Cek Rekening,...
Siap-Siap Cek Rekening, Gaji ke-13 Pensiunan ASN Resmi Disalurkan Mulai 2 Juni
Halaqoh Kiai Muda NU...
Halaqoh Kiai Muda NU Soroti Kepemimpinan di PBNU
Lantik 221 PNS DPD RI,...
Lantik 221 PNS DPD RI, M Iqbal Tekankan Budaya Kerja yang Berintegritas
KPK Tahan 3 Tersangka...
KPK Tahan 3 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Gedung Pemkab Lamongan
Skandal Riset Palsu...
Skandal Riset Palsu Internasional, Mendiktisaintek Ungkap 4 Terduga Pelaku Lulusan UNY
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved