Pasek: Orang dekat Anas sudah biasa dimutasi Demokrat
Senin, 27 Januari 2014 - 17:33 WIB
Pasek: Orang dekat Anas sudah biasa dimutasi Demokrat
A
A
A
Sindonews.com - Mutasi terhadap orang dekat Anas Urbaningrum di internal Partai Demokrat dianggap suatu hal biasa. Namun, mutasi itu harus ditanggapi dengan lapang dada dan keikhlasan.
I Gede Pasek Suardika mengaku sudah beberapa kali dimutasi. Mulai dicopot sebagai pengurus partai, Komisi III DPR, Wakil Ketua Fraksi, dipindah ke Komisi IX DPR, dan terakhir adalah dicopot dari keanggotaan DPR atau pergantian antar waktu (PAW).
Namun, menyangkut pencopotan dirinya sebagai anggota DPR sahabat Anas Urbaningrum ini dirinya belum terima dengan lapang dada. Alasannya, tuduhan melanggar pakta integritas yang menyebabkan dia dicopot baginya tidak benar.
"Kalau sudah genggaman (kepalan tangan) masa diam. Masa harus diam terus. Itu bahaya bagi demokrasi. Saya harus luruskan," tegas Pasek, saat diskusi bertajuk ''Lingkaran Kekuasaan, Konflik Politik dan Korupsi,' di Warung Bumbu Desa, Cikini, Jakarta, Senin (27/1/2014).
Bahkan, kata Pasek jika mau dinilai secara adil, dirinya adalah salah seorang yang mendukung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketua Umum Partai Demokrat saat Kongres Luar Biasa (KLB).
Lanjutnya, Pasek juga sudah menjelaskan kepada DPR bahwa PAW dirinya oleh Demokrat tidak memiliki dasar yang kuat. "Saya sampaikan ini loh aturannya ke DPR. Itu kata Undang-undang dan siapa yang melanggar Undang-undang ada konsekusinya," tukasnya.
Berita:
Pemecatan Pasek upaya bersihkan 'virus' Anas
I Gede Pasek Suardika mengaku sudah beberapa kali dimutasi. Mulai dicopot sebagai pengurus partai, Komisi III DPR, Wakil Ketua Fraksi, dipindah ke Komisi IX DPR, dan terakhir adalah dicopot dari keanggotaan DPR atau pergantian antar waktu (PAW).
Namun, menyangkut pencopotan dirinya sebagai anggota DPR sahabat Anas Urbaningrum ini dirinya belum terima dengan lapang dada. Alasannya, tuduhan melanggar pakta integritas yang menyebabkan dia dicopot baginya tidak benar.
"Kalau sudah genggaman (kepalan tangan) masa diam. Masa harus diam terus. Itu bahaya bagi demokrasi. Saya harus luruskan," tegas Pasek, saat diskusi bertajuk ''Lingkaran Kekuasaan, Konflik Politik dan Korupsi,' di Warung Bumbu Desa, Cikini, Jakarta, Senin (27/1/2014).
Bahkan, kata Pasek jika mau dinilai secara adil, dirinya adalah salah seorang yang mendukung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketua Umum Partai Demokrat saat Kongres Luar Biasa (KLB).
Lanjutnya, Pasek juga sudah menjelaskan kepada DPR bahwa PAW dirinya oleh Demokrat tidak memiliki dasar yang kuat. "Saya sampaikan ini loh aturannya ke DPR. Itu kata Undang-undang dan siapa yang melanggar Undang-undang ada konsekusinya," tukasnya.
Berita:
Pemecatan Pasek upaya bersihkan 'virus' Anas
(kur)