Somasi rakyatnya sendiri, SBY cederai nilai demokrasi
Senin, 27 Januari 2014 - 15:48 WIB
Somasi rakyatnya sendiri, SBY cederai nilai demokrasi
A
A
A
Sindonews.com - Somasi yang dilayangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada mantan Menteri Perekonomian era Presiden Indonesia KH Abdurahman Wahid, yaitu Rizal Ramli dianggap tidak wajar.
Otto Hasibuan selaku tim kuasa hukum Rizal Ramli menegaskan, somasi yang dilayangkan Presiden SBY melalui kuasa hukumnya Palmer Situmorang telah membunuh demokrasi dalam kebebasan berpendapat.
Bahkan kata Otto, somasi SBY telah mencederai nilai demokrasi, apalagi Rizal selaku orang yang disomasi itu kapasitasnya saat ini sebagai masyarakat sipil. Maka itu, dia menyayangkan apabila somasi yang dilayangkan itu kapasitasnya sebagai seorang presiden.
"Ini kebebasan pendapat dan demokrasi," ujar Otto dalam konferensi persnya di Gedung Joang 45, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Senin (27/1/2014).
Sementara itu Leonard Simorangkir selaku salah satu tim kuasa hukum Rizal Ramli menambahkan, belum ada sejarahnya di dunia ini seorang presiden mensomasi rakyatnya sendiri.
Dia mencurigai, ada indikasi bahwa Rizal Ramli menjadi target politik dengan menggunakan jalur hukum. Pada kesempatan itu, dia juga menyayangkan jika hukum telah dijadikan alat politik dengan membungkam kebebasan berpendapat. "Hukum bukan menjadi panglima lagi," tukasnya.
SBY melalui kuasa hukumnya selain mensomasi politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah juga mensomasi Rizal Ramli dan aktivis Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Sri Mulyono.
Palmer Situmorang selaku kuasa hukum keluarga SBY mengungkapkan somasi kepada Rizal Ramli yang kedua akan diajukan jika tidak ada niat baik dari pihak yang bersangkutan untuk menyelesaikannya.
"Kami sudah melayangkan somasi kepada saudara Rizal Ramli yang menuding gratifikasi jabatan wapres di salah satu stasiun televisi nasional," kata Palmer di Resto Merah Delima, Jalan Adityawarman, Jakarta Selatan, Kamis 23 Januari 2014.
Berita:
Senggol nama Ibas, politikus PKS disomasi SBY
Din: Orang yang disomasi SBY jangan takut
Otto Hasibuan selaku tim kuasa hukum Rizal Ramli menegaskan, somasi yang dilayangkan Presiden SBY melalui kuasa hukumnya Palmer Situmorang telah membunuh demokrasi dalam kebebasan berpendapat.
Bahkan kata Otto, somasi SBY telah mencederai nilai demokrasi, apalagi Rizal selaku orang yang disomasi itu kapasitasnya saat ini sebagai masyarakat sipil. Maka itu, dia menyayangkan apabila somasi yang dilayangkan itu kapasitasnya sebagai seorang presiden.
"Ini kebebasan pendapat dan demokrasi," ujar Otto dalam konferensi persnya di Gedung Joang 45, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Senin (27/1/2014).
Sementara itu Leonard Simorangkir selaku salah satu tim kuasa hukum Rizal Ramli menambahkan, belum ada sejarahnya di dunia ini seorang presiden mensomasi rakyatnya sendiri.
Dia mencurigai, ada indikasi bahwa Rizal Ramli menjadi target politik dengan menggunakan jalur hukum. Pada kesempatan itu, dia juga menyayangkan jika hukum telah dijadikan alat politik dengan membungkam kebebasan berpendapat. "Hukum bukan menjadi panglima lagi," tukasnya.
SBY melalui kuasa hukumnya selain mensomasi politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah juga mensomasi Rizal Ramli dan aktivis Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Sri Mulyono.
Palmer Situmorang selaku kuasa hukum keluarga SBY mengungkapkan somasi kepada Rizal Ramli yang kedua akan diajukan jika tidak ada niat baik dari pihak yang bersangkutan untuk menyelesaikannya.
"Kami sudah melayangkan somasi kepada saudara Rizal Ramli yang menuding gratifikasi jabatan wapres di salah satu stasiun televisi nasional," kata Palmer di Resto Merah Delima, Jalan Adityawarman, Jakarta Selatan, Kamis 23 Januari 2014.
Berita:
Senggol nama Ibas, politikus PKS disomasi SBY
Din: Orang yang disomasi SBY jangan takut
(kur)