Aktivis PPI benarkan Pasek telah dipecat dari DPR
Kamis, 16 Januari 2014 - 20:58 WIB
Aktivis PPI benarkan Pasek telah dipecat dari DPR
A
A
A
Sindonews.com - Anggota DPR dari Fraksi Demokrat, Gede Pasek Suardika, dikabarkan telah dipecat oleh Demokrat, dari keanggotaan di DPR.
Menanggapi hal ini, aktivis Organisasi Masyarakat (Ormas) Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), Tridianto membenarkan kabar tersebut.
"Iya benar, Mas Pasek sudah dipecat dari DPR, dia (Pasek) sudah membenarkan (kabar tersebut)," kata Tridianto saat dikonfirmasi Sindonews, Kamis (16/1/2014).
Sebelumnya, Tridianto menyatakan, kalau benar Gede Pasek dipecat dari keanggotaan di DPR, keputusan ini adalah putusan kontroversial. "Jika dipecat atau di PAW (Pengganti Antar Waktu), saya kira keputusan yang kontroversial," ucapnya.
"Karena dasar untuk memecat tidak ada, anggota DPR bisa dipecat itu kalau yang bersangkutan masuk ke partai lain atau melakukan tindakaan tercela seperti korupsi atau pidana lain," imbuhnya.
Tri mengungkapkan, Demokrat akan semakin tengelam kalau sampai melakukan pemecatan kader yang tidak bersalah. Menurutnya, publik akan mengecap Demokrat sebagai partai yang otoriter.
"Main pecat saja, kalau alasan Pasek menjadi Sekjen PPI juga tidak ada aturan partai yang melarang anggotanya masuk di ormas tertentu. Jadi saya kira dengan sisa waktu yang tinggal berapa bulan lagi, Demokrat konsentrasi untuk menaikkan elektabilitas partai, bukan malah mengambil keputusan menurunkan elektabilitas partai," pungkasnya.
Demokrat pecat loyalis Anas dari DPR?
Waketum Demokrat belum tahu kabar pemecatan Pasek
Menanggapi hal ini, aktivis Organisasi Masyarakat (Ormas) Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), Tridianto membenarkan kabar tersebut.
"Iya benar, Mas Pasek sudah dipecat dari DPR, dia (Pasek) sudah membenarkan (kabar tersebut)," kata Tridianto saat dikonfirmasi Sindonews, Kamis (16/1/2014).
Sebelumnya, Tridianto menyatakan, kalau benar Gede Pasek dipecat dari keanggotaan di DPR, keputusan ini adalah putusan kontroversial. "Jika dipecat atau di PAW (Pengganti Antar Waktu), saya kira keputusan yang kontroversial," ucapnya.
"Karena dasar untuk memecat tidak ada, anggota DPR bisa dipecat itu kalau yang bersangkutan masuk ke partai lain atau melakukan tindakaan tercela seperti korupsi atau pidana lain," imbuhnya.
Tri mengungkapkan, Demokrat akan semakin tengelam kalau sampai melakukan pemecatan kader yang tidak bersalah. Menurutnya, publik akan mengecap Demokrat sebagai partai yang otoriter.
"Main pecat saja, kalau alasan Pasek menjadi Sekjen PPI juga tidak ada aturan partai yang melarang anggotanya masuk di ormas tertentu. Jadi saya kira dengan sisa waktu yang tinggal berapa bulan lagi, Demokrat konsentrasi untuk menaikkan elektabilitas partai, bukan malah mengambil keputusan menurunkan elektabilitas partai," pungkasnya.
Demokrat pecat loyalis Anas dari DPR?
Waketum Demokrat belum tahu kabar pemecatan Pasek
(maf)