Pembelian buku kurikulum 2013 jangan bebani siswa

Selasa, 14 Januari 2014 - 00:29 WIB
Pembelian buku kurikulum...
Pembelian buku kurikulum 2013 jangan bebani siswa
A A A
Sindonews.com - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengimbau, agar pembelian buku untuk kurikulum 2013, menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) 2014.

Hal tersebut selain mempermudah pelaksanaan kurikulum 2013 secara menyeluruh, pungutan siswa dengan alasan tersebut tidak diperkenankan.

"Peruntukan BOS yang sudah cair untuk triwulan pertama boleh dipergunakan membeli buku kurikulum 2013," kata Kepala Disdikpora DIY, Kadarmanta Baskara Aji kepada wartawan, di Yogyakarta, Senin 13 Januari 2014.

"Yakni, untuk buku pegangan guru dan buku teks pelajaran bagi peserta didik. Tidak boleh ada sekolah yang melakukan pungutan pada siswa dengan alasan membeli buku kurikulum 2013," imbuhnya.

Menurut Aji, jika sekolah memiliki sumber dana lain selain BOS dan pungutan siswa, sekolah diperbolehkan menggunakannya untuk dana buku. Pembelian buku kurikulum 2013 harus direncanakan dan dialokasikan sejak awal tahun.

Buku-buku ini yang nantinya digunakan untuk tahun ajaran baru 2014/2015 semester I dimana implementasi kurikulum 2013 sudah menyeluruh di semua jenjang pendidikan. "Penggunaan dana BOS untuk keperluan buku memang ada aturannya yakni maksimal lima persen dari total dana yang diterima dalam satu tahun anggaran," ungkapnya.

"Sekolah sudah bisa mengira-ngira berapa dana yang dibutuhkan dan harus dikeluarkan. Toh pembelian buku untuk semester I saja. Buku semester II rencananya akan dibiayai dari dana alokasi khusus kabupaten/kota atau dari APBD," tambahnya.

Diungkapkan Aji, dana pembelian buku kurikulum 2013 sebenarnya juga akan dari pusat melalui dana dekonsentrasi. Namun sampai hari ini jumlahnya belum diketahui karena anggaran dari Pemerintah Pusat untuk Pendidikan Dasar dan Menengah belum diterima.

Dalam kurikulum 2013 untuk jenjang SMP jumlahnya ada 10 mata pelajaran atau 10 buku ajar. Sedangkan untuk SD hanya ada tiga mata pelajaran atau tiga buku yakni pelajaran tematik integratif, pelajaran agama serta pelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan.

Sementara itu, Kepala SMP Gotong Royong Amelita Tarigan mengaku akan menggunakan dana BOS untuk membeli buku kurikulum 2013. Jumlah siswa yang tidak terlalu banyak memudahkan pihaknya untuk mengalokasikan dana buku.

"Selama ini dana BOS biasa kami digunakan untuk membiayai operasional ujian, sarana prasarana dan honorarium Guru Tidak Tetap (GTT). Siswa kami tidak banyak, sehingga tidak membutuhkan biaya banyak untuk membeli buku baru. Namun kami berharap dana alokasi untuk buku yang dijanjikan tetap turun agar dana BOS bisa kami gunakan untuk biaya operasional lainnya," imbuhnya.
(maf)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Komisi IX DPR Cecar...
Komisi IX DPR Cecar BGN usai Pamer Dapat WTP dari BPK: Jangan-jangan Dibikin-bikin
ICW Soroti Mutasi ASN...
ICW Soroti Mutasi ASN Kementerian PU, Diduga Hanya Jadi Alat Balas Dendam
Febrie Adriansyah Dicecar...
Febrie Adriansyah Dicecar 18 Pertanyaan, Hotman: Sebatas Kasus PT Asabri
Prabowo: Anggaran Pertahanan...
Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri jika Perlu Dikurangi untuk Hapus Kemiskinan
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Usai Diperiksa Kejagung...
Usai Diperiksa Kejagung sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
Infografis
Bina Siswa Nakal di...
Bina Siswa Nakal di Barak Militer, Maarif Institut: Berpotensi Merusak Sistem Pendidikan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved