Hanura diprediksi geser PKS di Depok
Minggu, 29 Desember 2013 - 13:53 WIB
Hanura diprediksi geser PKS di Depok
A
A
A
Sindonews.com - Lembaga survei Swamedia Research and Communication meneliti peta politik Pemilu 2014 di Depok sebagai wilayah yang dekat Jakarta barometer nasional. Posisi partai yang akan dipilih pada Tahun 2014 diprediksi diduduki oleh Partai Golkar sebanyak 7,87 persen.
Namun posisi Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai pemenang kesatu dan kedua di Depok pada Pemilu 2009, maka pada tahun 2014 diprediksi akan merosot. Partai Demokrat hanya akan mendapatkan suara 4,92 persen setelah pada Pemilu 2009 lalu meraih 22,58 persen suara.
Sedangkan PKS sebagai basis massa atau kantong suara di Depok, diprediksi anjlok hingga 1,97 persen. Padahal tahun sebelumnya PKS bisa meraih suara diatas enam persen.
Direktur Swamedia Research and Communication, Rizqon Halalsyah mengatakan posisi Partai Demokrat dan PKS saat ini kacau balau. Hal itu disebabkan kasus dugaan korupsi yang membelit kedua partai tersebut. Ia juga menilai bahwa peran sosok Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail yang merupakan kader PKS bakal diuji.
"Artinya ini stigma nasional, kasus LHI, dan lainnya. Pak Nur Mahmudi punya pekerjaan rumah (PR) besar untuk pertahankan ketokohannya, membuat partai menjadi survive. Dan suara PKS tentu akan menjadi ukuran bagi Pemilukada Depok tahun 2015 bagi PKS, perlu figur baru di Depok dari PKS," jelasnya kepada wartawan di Depok, Sabtu (28/12/2013).
Namun, partai-partai menengah yang diprediksi naik diantaranya yakni Partai Hanura dan Partai Gerindra. Bahkan posisi Partai Hanura menurut surveinya pada 750 responden, yakni memeroleh suara 2,13 persen.
"Hanura bahkan lebih tinggi dari PKS, nilainya sama dengan Partai Gerindra 2,13 persen. Memang kedua partai itu bersaing, Partai Hanura naik karena kredibilitas caleg-caleg dan anggota dewan makin dipercaya," tegasnya.
Berikut laporan dana kampanye Partai Hanura
Namun posisi Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai pemenang kesatu dan kedua di Depok pada Pemilu 2009, maka pada tahun 2014 diprediksi akan merosot. Partai Demokrat hanya akan mendapatkan suara 4,92 persen setelah pada Pemilu 2009 lalu meraih 22,58 persen suara.
Sedangkan PKS sebagai basis massa atau kantong suara di Depok, diprediksi anjlok hingga 1,97 persen. Padahal tahun sebelumnya PKS bisa meraih suara diatas enam persen.
Direktur Swamedia Research and Communication, Rizqon Halalsyah mengatakan posisi Partai Demokrat dan PKS saat ini kacau balau. Hal itu disebabkan kasus dugaan korupsi yang membelit kedua partai tersebut. Ia juga menilai bahwa peran sosok Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail yang merupakan kader PKS bakal diuji.
"Artinya ini stigma nasional, kasus LHI, dan lainnya. Pak Nur Mahmudi punya pekerjaan rumah (PR) besar untuk pertahankan ketokohannya, membuat partai menjadi survive. Dan suara PKS tentu akan menjadi ukuran bagi Pemilukada Depok tahun 2015 bagi PKS, perlu figur baru di Depok dari PKS," jelasnya kepada wartawan di Depok, Sabtu (28/12/2013).
Namun, partai-partai menengah yang diprediksi naik diantaranya yakni Partai Hanura dan Partai Gerindra. Bahkan posisi Partai Hanura menurut surveinya pada 750 responden, yakni memeroleh suara 2,13 persen.
"Hanura bahkan lebih tinggi dari PKS, nilainya sama dengan Partai Gerindra 2,13 persen. Memang kedua partai itu bersaing, Partai Hanura naik karena kredibilitas caleg-caleg dan anggota dewan makin dipercaya," tegasnya.
Berikut laporan dana kampanye Partai Hanura
(lal)