ICW nilai klan Atut masih kuat
Jum'at, 27 Desember 2013 - 18:18 WIB
ICW nilai klan Atut masih kuat
A
A
A
Sindonews.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai, terpilihnya Ratu Tatu Chasanah sebagai Ketua DPD I Golkar Banten, menunjukkan bahwa rezim dan kekuatan Ratu Atut Chosiyah di wilayah Banten masih sangat kuat.
Pasalnya, Ratu Tatu adalah adik kandung dari Gubernur Banten Ratu Atut, yang saat ini telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Ini menunjukkan rezim dan kekuatan Atut masih sangat kuat, ini masih harus menjadi perhatian serius. Masyarakat Banten harus mengawal proses transisi perubahan itu," tegas aktivisi ICW, Abdullah Dahlan di Kantor ICW, Jalan Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Jumat (27/12/2013).
ICW menegaskan, saat ini harus ada kekuatan yang cepat untuk memutus klan Ratu Atut di Banten, agar setiap jabatan strategis di Banten tidak selalu dikuasai oleh keluarga Ratu Atut.
"Harus ada pertarungan kekuatan percepatan, apakah klan lama, atau ada klan perubahan yang memang juga lebih cepat dan serius dan ini juga harapannya idealisme desakan agenda perubahan di Banten," papar Abdullah.
Abdullah menambahkan, jika tidak ada transisi pemerintahan di wilayah Banten, maka tidak menutup kemungkinan keluarga Ratu Atut akan terus menduduki kursi pemerintahan di daerah Banten.
"Kalau tidak transisi semacam ini, akan memberi ruang berkuasanya kekuatan-kekuatan lama di Banten," pungkas Abdullah.
Untuk diketahui, hari ini Ratu Tatu Chasanah secara resmi terpilih menjadi Ketua DPD I Golkar Banten. Setelah terpilih, Tatu yakin bisa mengantar Golkar membuat Banten jadi kuning di Pemilu 2014.
Setelah terdampar, Dinasti Atut susun puzzle kebangkitan?
Pasalnya, Ratu Tatu adalah adik kandung dari Gubernur Banten Ratu Atut, yang saat ini telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Ini menunjukkan rezim dan kekuatan Atut masih sangat kuat, ini masih harus menjadi perhatian serius. Masyarakat Banten harus mengawal proses transisi perubahan itu," tegas aktivisi ICW, Abdullah Dahlan di Kantor ICW, Jalan Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Jumat (27/12/2013).
ICW menegaskan, saat ini harus ada kekuatan yang cepat untuk memutus klan Ratu Atut di Banten, agar setiap jabatan strategis di Banten tidak selalu dikuasai oleh keluarga Ratu Atut.
"Harus ada pertarungan kekuatan percepatan, apakah klan lama, atau ada klan perubahan yang memang juga lebih cepat dan serius dan ini juga harapannya idealisme desakan agenda perubahan di Banten," papar Abdullah.
Abdullah menambahkan, jika tidak ada transisi pemerintahan di wilayah Banten, maka tidak menutup kemungkinan keluarga Ratu Atut akan terus menduduki kursi pemerintahan di daerah Banten.
"Kalau tidak transisi semacam ini, akan memberi ruang berkuasanya kekuatan-kekuatan lama di Banten," pungkas Abdullah.
Untuk diketahui, hari ini Ratu Tatu Chasanah secara resmi terpilih menjadi Ketua DPD I Golkar Banten. Setelah terpilih, Tatu yakin bisa mengantar Golkar membuat Banten jadi kuning di Pemilu 2014.
Setelah terdampar, Dinasti Atut susun puzzle kebangkitan?
(maf)