Kemenkes akui sosialisasi JKN masih kurang

Jum'at, 27 Desember 2013 - 09:28 WIB
Kemenkes akui sosialisasi...
Kemenkes akui sosialisasi JKN masih kurang
A A A
Sindonews.com - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Ali Gufron mukti mengatakan, pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sudah dipersiapkan semakisimal mungkin mulai dari petugas kesehatan, alat-alat kesehatan, klinik, rumah sakit, dan puskesmas.

Namun memang masih terjadi kekurangan dalam hal sosialisasi yang dilakukan BPJS saat ini. Untuk itu, sedang dilakukan peningkatan sosialisasi dalam bentuk iklan di media massa.

"Indonesia kita ini sangat luas dan penduduknya yang padat. Sekarang kita sedang lakukan peningkatan," ujar Ali saat dihubungi KORAN SINDO, Kamis, 26 Desember 2013.

Pemerintah sudah mempersiapkan kelebihan kapaitasi untuk para petugas kesehatan dalam bentuk Peraturan Menteri Kesehatan. Peningkatan ini sejumlah antara Rp3.000-6.000.

"Sebelumnyakan hanya Rp1000-2000 dokter disetiap puskesmas. Saya lupa permenkes nomer berapa yang pasti tahun 2013," ucap Ali.

Untuk itu diharapkan, walaupun sosialisasi masih kurang, diharapkan hal ini dapat dibantu oleh pemerintah pusat dan pemda menyangkut implementasi yang harus ditingkatkan.

Selain sosialisasi, lanjut Wamenkes, permasalahan lainya ialah premi yang masih menjadi beban para pekerja informal seperti petani, pedagang. Banyak diantara masyarakat yang di pedesaan dan pedalaman yang memahami bahwa JKN itu gratis. Padahal jaminan kesehatan ini menggunakan sistem gotong royong.

"Tidak mudah bagi mereka yang tidak memiliki gaji menentu. Kedepannya premi ini akan diperbaiki dalam evaluasi," katanya.

Untuk memperbanyak kepesertaan, pendafatran yang dapat dilakukan di kantor-kantor BPJS baik provinsi dan kabupaten diharapkan dapat bekerja maksimal. Dengan perbaikan sistem kepesertan. "Permasalahan pendaftaran kedepan dapat bekerja sama dengan bank-bank pemerintah," tegasnya.

DJSN: OJK bikin pengawasan BPJS lebih sempurna
(lal)
Berita Terkait
Perpres No 64/2020 Dinilai...
Perpres No 64/2020 Dinilai Bertentangan dengan UU SJSN dan UU BPJS
Setelah Dicopot dari...
Setelah Dicopot dari Baleg, Rieke Dipuji PDIP Loloskan UU BPJS
Viral, Warga Temukan...
Viral, Warga Temukan Puluhan Kartu BPJS dalam Tong Sampah di Bengkulu
Revisi UU Desa Disahkan,...
Revisi UU Desa Disahkan, Perangkat dan Pekerja Ekosistem Desa Dilindungi Jamsostek
Uji Materiil UU BPJS,...
Uji Materiil UU BPJS, Pemerintah-DPR: Prajurit dan Pensiunan TNI Tak Dirugikan
BPJS Kesehatan Jadi...
BPJS Kesehatan Jadi Syarat Berbagai Pelayanan Publik, Berikut Penjelasannya
Berita Terkini
4 Prajurit TNI Penyiraman...
4 Prajurit TNI Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Divonis 1,5-3 Tahun Penjara, 2 Dipecat
Banding, Ariyanto Bakri...
Banding, Ariyanto Bakri Tetap Dihukum 16 Tahun di Kasus Suap CPO dan Bayar Uang Pengganti Rp21 Miliar
Sari Yuliati Minta Kasus...
Sari Yuliati Minta Kasus Pembakaran Santri di Lombok Diusut Tuntas
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Lampung, Resmikan RSUD dan Buka Munas HIPMI
Masa Penahanan Gus Yaqut...
Masa Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang selama 30 Hari
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved