Kejagung minta tim terpadu tangkap Eddy Tansil

Kamis, 26 Desember 2013 - 14:50 WIB
Kejagung minta tim terpadu...
Kejagung minta tim terpadu tangkap Eddy Tansil
A A A
Sindonews.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) akan meminta bantuan kepada tim terpadu pemburu koruptor pada awal bulan Januari 2014 mendatang untuk memburu para koruptor yang saat ini terdeteksi berada di luar negeri.

Termasuk memburu koruptor nomor satu di Indonesia, Eddy Tansil, yang diketahui melarikan diri ke China karena terbukti menggelapkan uang sebesar USD565 juta melalui kredit Bank Bapindo dalam perkara Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

"Direncanakan awal tahun ini Tim Terpadu dapat melakukan pertemuan untuk menentukan langkah-langkah tindak lanjutnya," kata Wakil Jaksa Agung, Andhi Nirwanto dalam pesan singkatnya, Jakarta, Kamis (26/12/2013).

Sebelum mengumpulkan Tim Terpadu Pemburu Koruptor, pihak Kejagung masih melakukan inventarisir para terpidana korupsi yang berada di luar negeri, termasuk Eddy Tansil untuk segera diciduk dan di ekstradisi ke Indonesia.

"Sekarang sedang dinventarisir para terpidana korupsi yang berada di luar negeri, termasuk ET (Eddy Tansil)," pungkas Andhi.

Untuk diketahui, Eddy Tansil adalah buronan yang berhasil kabur dari LP Cipinang pada tahun 1996 terkait dengan tindakan pidana pembobolan Bank Bapindo.

Eddy Tansil terbukti menggelapkan uang sebesar USD565 juta melalui kredit Bank Bapindo. Perbuatannya dilakukan melalui grup perusahaan Golden Key Group yang kini perusahaan tersebut dibeli oleh mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Atas perbuatannya tersebut, Eddy Tansil dihukum pidana penjara 20 tahun oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Selain itu, Eddy Tansil juga dikenai denda senilai Rp30 juta dan membayar uang pengganti Rp500 milyar serta mengganti kerugian negara sebesar Rp1,3 triliun. Namun pada tanggal 4 Mei 1996 dirinya berhasil kabur dari penjara Cipinang dan menghilang.

Ini prosedur ekstradisi Eddy Tansil
(lal)
Berita Terkait
Begini Kondisi Rumah...
Begini Kondisi Rumah Buronan Eddy Tansil yang Akan Dilelang Rp4,3 Miliar
Sakit Lama hingga Tak...
Sakit Lama hingga Tak Bisa Jalan, Eddy Gombloh Sering Keluar Masuk RS sebelum Meninggal Dunia
WALHI dan Yayasan Konservasi...
WALHI dan Yayasan Konservasi Sumatera Soroti Kasus Perburuan Satwa Bengkulu Utara
Marco Polo, Domba yang...
Marco Polo, Domba yang Paling Diburu di Dunia
Eddy Gombloh Akan Dimakamkan...
Eddy Gombloh Akan Dimakamkan di Jakarta Besok
Profil Eddy Gombloh,...
Profil Eddy Gombloh, Pelawak Senior yang Meninggal Dunia Hari Ini
Berita Terkini
Prabowo dan PM Wong...
Prabowo dan PM Wong Sepakati 26 Kerja Sama, Pertahanan hingga Keselamatan Nuklir
Lulusan Tak Cukup Pintar...
Lulusan Tak Cukup Pintar AI, IHBS Cetak Generasi Berakhlak Islam di Tengah Revolusi Teknologi
Boni Hargens: Transformasi...
Boni Hargens: Transformasi Polri Harus Dinilai Secara Komprehensif, Bukan dari Satu Indeks
Perlambatan Ekonomi...
Perlambatan Ekonomi Tekan Pendapatan, Agus Taufiq Perindo Desak Perluasan Lapangan Kerja
23 Prajurit Kopassus...
23 Prajurit Kopassus dan Kostrad Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa dari Panglima TNI
Usai Putusan MK, Irman...
Usai Putusan MK, Irman Gusman: Saatnya Akhiri Debat Prosedural, Fokus pada Kualitas Demokrasi Daerah
Infografis
Dzikry Lazuardi, Analis...
Dzikry Lazuardi, Analis Persija yang Dipercaya John Herdman Masuk Tim Pelatih Timnas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved