Respons Istana soal pengaruh Ani terhadap kinerja SBY

Senin, 16 Desember 2013 - 16:32 WIB
Respons Istana soal...
Respons Istana soal pengaruh Ani terhadap kinerja SBY
A A A
Sindonews.com - Juru Bicara (Jubir) Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha mengaku berani menjamin, peran Ani Bambang Yudhoyono hanya sebatas sebagai Ibu Negara.

"Saya bisa menjamin bahwa peran Ibu Negara adalah sebatas Ibu Negara," kata Julian di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (19/12/2013).

Lebih lanjut dia mengatakan, peran Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono tidak memasuki ranah politik atau kebijakan stategis yang akan diputuskan atau sedang dipertimbangkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Saya pastikan itu," ucapnya.

Hal demikian dikatakannya, membantah kabar yang dihembuskan The Australian menyangkut Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono. Seperti diketahui sebelumnya, berita tentang penyadapan terhadap Presiden SBY dan lingkaran dekatnya oleh intelijen Australia terus bergulir.

Yang terkini, media Australia membeber alasan intelijen di negeri Kanguru itu menyadap telepon Ibu Negara, Kristiani Herawati alias Ani Yudhoyono pada 2009 silam atau ketika SBY hendak memasuki periode kedua masa kepresidenannya.

Keputusan lembaga telik sandi Australia, Defence Signal Directorate (DSD) untuk menyadap Bu Ani karena didasari pada posisinya sebagai orang yang paling berpengaruh terhadap SBY dan dianggap tengah menyiapkan kursi kekuasaan untuk putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono. Rencana penyadapan terhadap Bu Ani pada 2009 itu sudah disiapkan dua tahun sebelumnya, yakni pada 2007.

Seperti diberitakan The Australian yang mendapat bocoran dari wikileaks, pada 17 Oktober 2007, sebuah kawat diplomatik dikirim dari Kedutaan Australia di Jakarta kepada diplomat Amerika Serikat di Canberra dan CIA. Isi kawat diplomatik berjudul A CABINET OF ONE -- INDONESIA'S FIRST LADY EXPANDS HER INFLUENCE itu adalah peran Bu Ani yang kala itu sudah tiga tahun menjadi first lady.

Dalam bocoran tentang rencana penyadapan itu terulis bahwa broker kekuasaan yang baru di Indonesia bukanlah Jusuf Kalla yang saat itu masih Wakil Presiden, tetapi justru Bu Ani. Meski bukan bagian dari kabinet, tapi posisi Bu Ani sebagai istri SBY membuatnya memiliki posisi penting dalam pengambilan keputusan di Pemerintah Indonesia.

PKS tak kaget peran Ibu Ani di pemerintahan
Menteri Sharif tak tahu Ibu Negara setir SBY
TB Silalahi bantah pemberitaan The Australian
(maf)
Berita Terkait
AHY Ngaku Tak Mudah...
AHY Ngaku Tak Mudah Sandang Nama Besar Yudhoyono: Kadang Ingin Protes
Demokrat Sedang Panas,...
Demokrat Sedang Panas, SBY Bertemu Dubes Uni Eropa
SBY Ajak Penonton Pestapora...
SBY Ajak Penonton Pestapora 2024 Nyanyi Lagu Pelangi di Matamu
SBY Jadi Magnet Penonton...
SBY Jadi Magnet Penonton Pestapora 2024 Hari Pertama
SBY Duet Bareng Yuni...
SBY Duet Bareng Yuni Shara, hingga Sandy Sondoro di Pestapora 2024
Tampil di Pestapora...
Tampil di Pestapora 2024 Hari Pertama, SBY: Masih Ingat Aku?
Berita Terkini
Nadiem Berharap Divonis...
Nadiem Berharap Divonis Bebas Murni di Kasus Chromebook
Tok! DPR Sahkan RUU...
Tok! DPR Sahkan RUU Polri Jadi UU
YLBHI Desak Polda Metro...
YLBHI Desak Polda Metro Jaya Naikkan Status Perkara Andrie Yunus
MAKI Temukan Potensi...
MAKI Temukan Potensi Korupsi dalam Kepemilikan SPPG, Sahroni: Kejagung Wajib Usut!
Tok! Komisi III DPR...
Tok! Komisi III DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Polri ke Rapat Paripurna
Peringati Hari Laut...
Peringati Hari Laut Sedunia 2026, ASDP Bersihkan Lebih dari 13 Ton Sampah Laut dan Pesisir
Infografis
3 Efek Tarif Impor Donald...
3 Efek Tarif Impor Donald Trump Terhadap Harga Emas Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved