Anas: SBY jadi cawapres untuk selamatkan Demokrat
Sabtu, 07 Desember 2013 - 11:10 WIB
Anas: SBY jadi cawapres untuk selamatkan Demokrat
A
A
A
Sindonews.com - Usulan agar Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhyono menjadi calon wakil Presiden di 2014 dinilai mampu menyelamatkan partai berlambang bintang mercy itu, dari keterpurukan dan mendongkrak elektabilitas.
"Itu usulan saya kepada Partai Demokrat dan kepada Pak SBY. Karena menurut saya, kader partai yang terbaik sekarang itu Pak SBY," tegas mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, usai meresmikan Pimpinan Daerah Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) di Denpasar, Jumat 6 Desember 2013.
Menurutnya, salah satu cara untuk menaikkan elektabilitas Demokrat adalah dengan mendayagunakan SBY secara politik oleh Demokrat di tahun 2014, baik untuk pemilu legislatif, maupun pemilihan Presiden.
Saat ini, Demokrat tengah menggelar konvensi capres, bisa saja didorong SBY menjadi Capres. Namun sebenarnya, Demokrat masih punya kartu turf lain bernama SBY.
"Kalau Pak SBY bersedia menjadi cawapres itu dalam hitungan saya akan sangat bagus bagi Demokrat untuk mengembalikan eletabilitas partai," terangnya.
Keuntungan kedua, jika SBY menjadi cawapres dan kemudian menang, maka program-program SBY yang bagus sukses itu akan dapat terjaga kelanjutannya. Dengan begitu, ada kontinuitas.
"Bisa dibayangkan kalau tidak ada kontinuitas, maka program-program yang bagus dan suskes akan terputus begitu saja. Jika begitu, yang rugi adalah bangsa ini dan rakyat. Lantas, apakah SBY mau menerima atau menolak sepenuhnya tergantung SBY?" ungkapnya.
Anas menegaskan, bahwa apa yang dilakukan itu sudah contoh atau presedennya. Preseden politiknya, ketika SBY ikhlas berkurban, rela menjadi Ketua Umum Partai Demokrat dari Ketua Dewan Pembina, Ketua Majelis Tinggi, dan Majelis Kehormatan.
Kesediaan SBY yang ikhlas berkurban menjadi Ketum Demokrat, atas nama soliditas partai, dan tujuannya agar Demokrat naik lagi eletabilitasnya.
"Jadi, sudah ada contohnya, kalau Pak SBY berkurban untuk kesoliditan partai dan kesinambungan program-programnya, itu usulan saya seperti itu bisa diterima atau tidak diterima," tegasnya.
Yang dibutuhkan saat ini, kerelaan SBY apakah mau berkurban untuk kedua kalinya untuk partai. Menjadi cawapres, sambung Anas, memang terkesan membuat SBY turun pangkat. Namun kalau konteksnya untuk Partai Demokrat dan kelanjutan program kerja SBY akan sangat bagus.
"Itu bagus, karena kepentingan pribadi Pak SBY dinomor duakan di belakang kepentingan partai dan bangsa," tutupnya.
"Itu usulan saya kepada Partai Demokrat dan kepada Pak SBY. Karena menurut saya, kader partai yang terbaik sekarang itu Pak SBY," tegas mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, usai meresmikan Pimpinan Daerah Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) di Denpasar, Jumat 6 Desember 2013.
Menurutnya, salah satu cara untuk menaikkan elektabilitas Demokrat adalah dengan mendayagunakan SBY secara politik oleh Demokrat di tahun 2014, baik untuk pemilu legislatif, maupun pemilihan Presiden.
Saat ini, Demokrat tengah menggelar konvensi capres, bisa saja didorong SBY menjadi Capres. Namun sebenarnya, Demokrat masih punya kartu turf lain bernama SBY.
"Kalau Pak SBY bersedia menjadi cawapres itu dalam hitungan saya akan sangat bagus bagi Demokrat untuk mengembalikan eletabilitas partai," terangnya.
Keuntungan kedua, jika SBY menjadi cawapres dan kemudian menang, maka program-program SBY yang bagus sukses itu akan dapat terjaga kelanjutannya. Dengan begitu, ada kontinuitas.
"Bisa dibayangkan kalau tidak ada kontinuitas, maka program-program yang bagus dan suskes akan terputus begitu saja. Jika begitu, yang rugi adalah bangsa ini dan rakyat. Lantas, apakah SBY mau menerima atau menolak sepenuhnya tergantung SBY?" ungkapnya.
Anas menegaskan, bahwa apa yang dilakukan itu sudah contoh atau presedennya. Preseden politiknya, ketika SBY ikhlas berkurban, rela menjadi Ketua Umum Partai Demokrat dari Ketua Dewan Pembina, Ketua Majelis Tinggi, dan Majelis Kehormatan.
Kesediaan SBY yang ikhlas berkurban menjadi Ketum Demokrat, atas nama soliditas partai, dan tujuannya agar Demokrat naik lagi eletabilitasnya.
"Jadi, sudah ada contohnya, kalau Pak SBY berkurban untuk kesoliditan partai dan kesinambungan program-programnya, itu usulan saya seperti itu bisa diterima atau tidak diterima," tegasnya.
Yang dibutuhkan saat ini, kerelaan SBY apakah mau berkurban untuk kedua kalinya untuk partai. Menjadi cawapres, sambung Anas, memang terkesan membuat SBY turun pangkat. Namun kalau konteksnya untuk Partai Demokrat dan kelanjutan program kerja SBY akan sangat bagus.
"Itu bagus, karena kepentingan pribadi Pak SBY dinomor duakan di belakang kepentingan partai dan bangsa," tutupnya.
(san)