Jadi cawapres, sama saja SBY turun kelas
Jum'at, 06 Desember 2013 - 06:33 WIB
Jadi cawapres, sama saja SBY turun kelas
A
A
A
Sindonews.com - Pernyataan Anas Urbaningrum agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maju menjadi calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilu 2014 dimaknai beragama oleh berbagai kalangan.
Direktur Political Communication Institute Heri Budianto misalnya, menilai pernyataan Anas tersebut memiliki makna yang mendalam. Menurutnya, apapun alasan yang disampaikan Anas, sama dengan menurunkan grade SBY.
"Ini sama saja bentuk pernyataan yang menurunkan grade buat SBY," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Jumat (6/12/2013).
Menurutnya, pernyataan tersebut dapat dimaknai bahwa SBY turun kelas. Lanjutnya, apa yang disampaikan Anas karena alasan SBY merupakan kartu truf bagi Partai Demokrat, jika ingin meraih dukungan di Pemilu 2014, tentu bukan merupakan alasan yang dapat diterima Demokrat.
"Saya melihat reaksi yang diberikan oleh elite Demokrat memang beragam, sebagian mengatakan ini sama dengan melecehkan SBY, namun sebagian enggan menanggapi. Saya melihat ini merupakan bentuk serangan kepada SBY, dan wajar jika ada elite Demokrat mengatakan bahwa itu sama dengan melecehkan SBY," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum berkicau di akun jejaring sosialnya, Twitter mengenai usulan agar Presiden SBY mempertimbangkan untuk maju sebagai Cawapres Partai Demokrat. Tiap kicauannya, dia beri tanda hashtag #cawapressby.
"Tuips, ada banyak yang tanya mengapa saya usul Pak SBYmempertimbangkan maju sebagai Cawapres PD. #cawapressby," ujar Anas dalam akun Twitter @anasurbaningrum, Rabu, 4 Desember 2013.
Baca berita:
Anas usul SBY maju sebagai Cawapres dari Demokrat
Direktur Political Communication Institute Heri Budianto misalnya, menilai pernyataan Anas tersebut memiliki makna yang mendalam. Menurutnya, apapun alasan yang disampaikan Anas, sama dengan menurunkan grade SBY.
"Ini sama saja bentuk pernyataan yang menurunkan grade buat SBY," ujarnya ketika dihubungi Sindonews, Jumat (6/12/2013).
Menurutnya, pernyataan tersebut dapat dimaknai bahwa SBY turun kelas. Lanjutnya, apa yang disampaikan Anas karena alasan SBY merupakan kartu truf bagi Partai Demokrat, jika ingin meraih dukungan di Pemilu 2014, tentu bukan merupakan alasan yang dapat diterima Demokrat.
"Saya melihat reaksi yang diberikan oleh elite Demokrat memang beragam, sebagian mengatakan ini sama dengan melecehkan SBY, namun sebagian enggan menanggapi. Saya melihat ini merupakan bentuk serangan kepada SBY, dan wajar jika ada elite Demokrat mengatakan bahwa itu sama dengan melecehkan SBY," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum berkicau di akun jejaring sosialnya, Twitter mengenai usulan agar Presiden SBY mempertimbangkan untuk maju sebagai Cawapres Partai Demokrat. Tiap kicauannya, dia beri tanda hashtag #cawapressby.
"Tuips, ada banyak yang tanya mengapa saya usul Pak SBYmempertimbangkan maju sebagai Cawapres PD. #cawapressby," ujar Anas dalam akun Twitter @anasurbaningrum, Rabu, 4 Desember 2013.
Baca berita:
Anas usul SBY maju sebagai Cawapres dari Demokrat
(kri)