Ide SBY jadi cawapres dianggap tak layak diapresiasi
Jum'at, 06 Desember 2013 - 05:04 WIB
Ide SBY jadi cawapres dianggap tak layak diapresiasi
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menyarankan agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maju menjadi calon wakil presiden (Cawapres) pada Pemilu 2014 nanti. Tujuannya tak lain tak bukan untuk menyelamatkan Partai Demokrat.
Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Bakir Ihsan menilai, ide Anas mencawapreskan SBY untuk mengatrol suara Partai Demokrat tak layak diapresiasi. Walaupun secara hitung-hitungan logika Anas cukup bisa diterima, namun secara etika politik sangat tak layak.
"Terlebih SBY sendiri sudah memutuskan untuk tak “berpolitik” termasuk istri dan anaknya, dalam kontestasi kepemimpinan nasional pada 2014," ujarnya kepada Sindonews, Kamis 5 Desember 2013 malam.
Menurutnya, sosok SBY mungkin masih bisa “dijual” dibandingkan peserta Konvensi Partai Demokrat. Namun, dalam politik tak cukup hanya dengan menjual demi kekuasaan, tapi ada fatsun (kepatutan) dan etika politik yang harus dipertimbangkan.
"Kepentingan menaikkan elektabilitas harus tetap memperhatikan etika dan kepatutan berpolitik. Aspek inilah yang sering diabaikan oleh politikus," tandas Bakir.
Dilanjutkannya, demi elektabilitas etika bahkan aturan main kerap diabaikan oleh politikus. Hal ini bisa dilihat dari iklan partai dan pribadi untuk kepentingan politiknya di luar jadwal kampanye.
"Ranah publik dipertontonkan oleh pelanggaran secara telanjang justru oleh para calon pemimpin negeri ini baik untuk legislatif maupun eksekutif (capres). Ini sebuah teladan buruk yang akan menyuburkan pembangkangan rakyat karena elitenya berperilaku buruk dan menyimpang," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum berkicau di akun jejaring sosialnya, Twitter mengenai usulan agar Presiden SBY mempertimbangkan untuk maju sebagai Cawapres Partai Demokrat. Tiap kicauannya, dia beri tanda hashtag #cawapressby.
"Tuips, ada banyak yang tanya mengapa saya usul Pak SBYmempertimbangkan maju sebagai Cawapres PD. #cawapressby," ujar Anas dalam akun Twitter @anasurbaningrum, Rabu, 4 Desember 2013.
Baca berita:
Anas usul SBY maju sebagai Cawapres dari Demokrat
Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Bakir Ihsan menilai, ide Anas mencawapreskan SBY untuk mengatrol suara Partai Demokrat tak layak diapresiasi. Walaupun secara hitung-hitungan logika Anas cukup bisa diterima, namun secara etika politik sangat tak layak.
"Terlebih SBY sendiri sudah memutuskan untuk tak “berpolitik” termasuk istri dan anaknya, dalam kontestasi kepemimpinan nasional pada 2014," ujarnya kepada Sindonews, Kamis 5 Desember 2013 malam.
Menurutnya, sosok SBY mungkin masih bisa “dijual” dibandingkan peserta Konvensi Partai Demokrat. Namun, dalam politik tak cukup hanya dengan menjual demi kekuasaan, tapi ada fatsun (kepatutan) dan etika politik yang harus dipertimbangkan.
"Kepentingan menaikkan elektabilitas harus tetap memperhatikan etika dan kepatutan berpolitik. Aspek inilah yang sering diabaikan oleh politikus," tandas Bakir.
Dilanjutkannya, demi elektabilitas etika bahkan aturan main kerap diabaikan oleh politikus. Hal ini bisa dilihat dari iklan partai dan pribadi untuk kepentingan politiknya di luar jadwal kampanye.
"Ranah publik dipertontonkan oleh pelanggaran secara telanjang justru oleh para calon pemimpin negeri ini baik untuk legislatif maupun eksekutif (capres). Ini sebuah teladan buruk yang akan menyuburkan pembangkangan rakyat karena elitenya berperilaku buruk dan menyimpang," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum berkicau di akun jejaring sosialnya, Twitter mengenai usulan agar Presiden SBY mempertimbangkan untuk maju sebagai Cawapres Partai Demokrat. Tiap kicauannya, dia beri tanda hashtag #cawapressby.
"Tuips, ada banyak yang tanya mengapa saya usul Pak SBYmempertimbangkan maju sebagai Cawapres PD. #cawapressby," ujar Anas dalam akun Twitter @anasurbaningrum, Rabu, 4 Desember 2013.
Baca berita:
Anas usul SBY maju sebagai Cawapres dari Demokrat
(kri)