Natal menembus ketatnya perbatasan Korea Utara

Selasa, 03 Desember 2013 - 19:37 WIB
Natal menembus ketatnya...
Natal menembus ketatnya perbatasan Korea Utara
A A A
Sindonews.com - Di Korea Utara masyarakat umum tidak akan merayakan Natal. Natal tidak tercantum dalam kalender-kalender yang dicetak oleh pemerintah.

Namun, orang-orang Kristen di Korea Selatan terus menerus berdoa dengan giat bagi terbukanya kesempatan untuk menyampaikan Firman Tuhan kepada sanak keluarga mereka di seberang perbatasan negara mereka.

Mereka juga memakai taktik yang kreatif untuk menjangkau orang-orang non-Kristen dan untuk menguatkan iman orang percaya yang harus memelihara hidup iman mereka secara sembunyi-sembunyi. Mereka melepaskan balon-balon bertuliskan ayat-ayat Alkitab.

Mereka 'membuang' kantong-kantong plastik yang dipenuhi buku-buku Kristen di teluk dekat perbatasan. Mereka juga membawa Alkitab menyeberang perbatasan Cina/Korea dalam kegelapan malam. Para mitra dari Bible League menjalankan tugas mereka dengan hati-hati sekali.

Salah seorang dari mereka berkata, "Kami sudah menetapkan aturannya tanpa perlu lagi mengucapkan apapun. Saya bawa masuk Alkitab-Alkitabnya melewati perbatasan, dan beberapa orang yang sudah ditetapkan akan menyebarkannya kepada orang-orang Kristen yang membutuhkan. Tapi kita tidak boleh mengucapkan sepatah katapun mengenai hal ini. Ancaman hukuman sangat berat jika tertangkap."

Kalau mereka tahu kenapa mereka tetap melakukannya? Karena banyak orang-orang Korea Utara yang saat ini sedang menanti-nantikan datangnya Alkitab mereka yang pertama.

Korea Utara adalah salah satu negara di dunia yang tetap berada dalam keadaan tertindas. Bagi orang-orang Kristen, setiap perayaan gereja harus dilangsungkan secara rahasia, biasanya dalam gereja rumah 'bawah tanah' yang kecil-kecil. Pemimpin partai komunis tidak mentoleransi kehadiran Tuhan.

Mereka menyerukan, "Manusia adalah tuan atas segalanya, manusialah yang memutuskan segala sesuatu." Di Ibukota Pyongyang, orang-orang Korea Utara tetap harus membungkuk kepada patung perunggu dari bekas pemimpin mereka, Kim Il Sung, yang telah meninggal empat tahun yang lalu.

Setiap warga negara, dari pegawai negeri sampai pekerja di sawah, memakai bros pin yang menggambarkan foto Kim Il Sung.

Kerinduan akan Firman Tuhan sangat besar. Orang-orang percaya di Korea Utara tidak punya sumber penghiburan dan penguatan yang lain, karena negara diblokir dari semua pengaruh luar.

(Sumber: Laporan BibleLeague(at)xc.org)
(kri)
Berita Terkini
3 Fakta Terbaru Kasus...
3 Fakta Terbaru Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Batal Ajukan Gugatan Praperadilan
Singgung Perbedaan Pandangan,...
Singgung Perbedaan Pandangan, Dudung Ajak Purnawirawan TNI-Polri Jaga Persatuan
Gita Wirjawan: Integritas...
Gita Wirjawan: Integritas Harus Jadi Prioritas Memilih Pemimpin
KPK Periksa Eks Sekjen...
KPK Periksa Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono sebagai Tersangka Kasus Gratifikasi
Menkes Kaji Insentif...
Menkes Kaji Insentif untuk Dokter Umum dan Gigi di Daerah Tertinggal
Libatkan Publik Pilih...
Libatkan Publik Pilih Logo HUT ke-81 RI, Mensesneg: Simbol Kebangsaan Milik Bersama
Infografis
Megawati Hangestri Gabung...
Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea Selatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved