Peserta OSN Pertamina membeludak

Rabu, 27 November 2013 - 14:40 WIB
Peserta OSN Pertamina...
Peserta OSN Pertamina membeludak
A A A
Sindonews.com - Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina diselenggarakan serentak di 33 provinsi di Indonesia, dengan diikuti 25 ribu mahasiswa. Jumlah tersebut membeludak dibanding tahun lalu, yang hanya 19.238 mahasiswa.

Babak penyisihan ini merupakan tahap pertama OSN Pertamina yang kemudian akan dilanjutkan dengan seleksi final tingkat provinsi dan seleksi nasional. OSN Pertamina mengangkat tema "Inovasi Sobat Bumi, Prestasi Untuk Negeri" dan sudah digelar kali keenam.

CSR Manager Pertamina Ifqi Sukarya mengatakan, tahun ini pihaknya ingin menguji perubahan dari tahun sebelumnya lebih kepada perubahan fundamental. OSN Pertamina terdiri atas tiga tahap, yakni pendaftaran peserta, seleksi tingkat, propinsi, dan poster session yang akan dilakukan di 33 provinsi dan babak final tingkat nasional akan digelar 9-13 Desember 2013.

"Yang kami nilai bagaimana best presenter yang luar biasa, bagaimana sains lebih dekat dengan masyarakat menghasilkan science project. Sambutan antusias mahasiswa masih tinggi, target kami 20 ribu peserta karena tahun lalu ada 19.000-an. Tahun ini lebih lebih dari 25 ribu mahasiswa yang mendaftar, membeludak," katanya di Gedung Rektorat UI, Depok, Jawa Barat, Rabu (27/11/2013).

Ifqi menambahkan, OSN Pertamina terbuka bagi seluruh mahasiswa S1 atau mahasiswa yang pernah mengikuti olimpiade sains internasional dengan catatan belum memenangkan lomba sebelumnya. Pada penyelenggaraan OSN Pertamina 2013, panitia melakukan serangkaian pengembangan dalam kategori lomba yaitu kategori teori dan proyek sains.

"Bentuk dan aturan kompetisinya sedikit mengalami perubahan, kategori teori tetap akan mengkompetisikan empat bidang, yaitu matematika, fisika, kimia, dan biologi. Sedangkan untuk kategori proyek sains akan dikompetisikan karya cipta dari tiga bidang yaitu Aplikasi Perangkat Lunak (APL), rancang bangun, dan produk unggulan (PU)," paparnya.

Tujuannya, kata dia, menggali kemampuan mahasiswa melalui penelitian dan aplikasi sains maupun teknologi. Gagasan tersebut disampaikan dan divisualisasikan oleh peserta melalui scientific paper dan aplikasi model atau karya cipta.

"Kami berharap ajang ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi muda yang unggul dan dapat menjadi pembangun kemandirian bangsa serta memberikan kontribusi dalam perkembangan ilmu sains dunia," tandasnya.

Berita terkait:
Peminat sains di Indonesia masih minim
(maf)
Berita Terkait
Paradoks Pendidikan...
Paradoks Pendidikan Tinggi
Pengalaman 36 Tahun,...
Pengalaman 36 Tahun, Universitas Terbuka Ingin Bantu PT Lain
Kualitas Universitas...
Kualitas Universitas Oxford Tak Terkalahkan di Dunia
iSB Sediakan Jurusan...
iSB Sediakan Jurusan Akuntansi Internasional, Ini Sejumlah Keunggulannya
16 Lembaga Layanan Pendidikan...
16 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi di Indonesia, Ini Daftar dan Kontaknya
100 Program Studi Vokasi...
100 Program Studi Vokasi Akan Dipadukan dengan Dunia Industri dan Kerja
Berita Terkini
Lulusan Tak Cukup Pintar...
Lulusan Tak Cukup Pintar AI, IHBS Cetak Generasi Berakhlak Islam di Tengah Revolusi Teknologi
Boni Hargens: Transformasi...
Boni Hargens: Transformasi Polri Harus Dinilai Secara Komprehensif, Bukan dari Satu Indeks
Perlambatan Ekonomi...
Perlambatan Ekonomi Tekan Pendapatan, Agus Taufiq Perindo Desak Perluasan Lapangan Kerja
23 Prajurit Kopassus...
23 Prajurit Kopassus dan Kostrad Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa dari Panglima TNI
Usai Putusan MK, Irman...
Usai Putusan MK, Irman Gusman: Saatnya Akhiri Debat Prosedural, Fokus pada Kualitas Demokrasi Daerah
Pertaruhan Tugas Bulog...
Pertaruhan Tugas Bulog saat Stok Beras Jumbo
Infografis
5 Jurusan Kuliah Teknik...
5 Jurusan Kuliah Teknik yang Lulusannya Dibutuhkan Pertamina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved