Demokrat nilai survei LSI terlalu prematur
Selasa, 26 November 2013 - 17:18 WIB
Demokrat nilai survei LSI terlalu prematur
A
A
A
Sindonews.com - Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang memprediksi tak ada partai politik (parpol) yang mau berkoalisi dengan Partai Demokrat pada Pemilu Presiden (Pilpres) dinilai prematur.
"Itu terlalu dini, prematur. Jadi prematur untuk mengatakan seperti itu, setelah selesai Pileg (Pemilu Legislatif) baru bisa berbicara begitu, jangan hasil survei jadi bumerang mereka sendiri," kata Anggota Komite Konvensi Partai Demokrat, Vera Febyanthy di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (26/11/2013).
Ia pun tak sejalan bila calon presiden (capres) mereka yang kini menjadi peserta konvensi dinilai tak mampu meningkatkan elektabilitas partai berlambang bintang segitiga tersebut.
"Itu hanya asumsi LSI. Kami lebih tahu yang di dalam dan kami tahu Partai Demokrat masih terus bekerja," tegasnya.
Terakhir, ia pun optimis kalau Partai Demokrat bisa meraih suara maksimal sehingga banyak parpol yang justru ingin berkoalisi dengan partai binaan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.
"Partai lain yang minta koalisi dengan Demokrat. Jangan kita keluarkan (hasil survei) terlalu dini, saya optimis itu," tuntasnya.
Sebelumnya, LSI memprediksi tidak ada partai yang mau berkoalisi dengan Partai Demokrat untuk Pemilu Presiden (Pilpres) 2014.
Hasil tersebut berdasarkan riset yang mereka lakukan sepanjang 12 September hingga 5 Oktober 2013 melalui survei yang dilengkapi dengan riset kualitatif.
LSI juga mengatakan, peserta konvensi juga berpotensi tidak dilirik sebagai calon wakil presiden (cawapres) lantaran dinilai tidak mampu menaikkan elektabilitas partai.
Baca berita:
Survei LSI, Parpol diprediksi enggan berkoalisi dengan Demokrat
"Itu terlalu dini, prematur. Jadi prematur untuk mengatakan seperti itu, setelah selesai Pileg (Pemilu Legislatif) baru bisa berbicara begitu, jangan hasil survei jadi bumerang mereka sendiri," kata Anggota Komite Konvensi Partai Demokrat, Vera Febyanthy di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (26/11/2013).
Ia pun tak sejalan bila calon presiden (capres) mereka yang kini menjadi peserta konvensi dinilai tak mampu meningkatkan elektabilitas partai berlambang bintang segitiga tersebut.
"Itu hanya asumsi LSI. Kami lebih tahu yang di dalam dan kami tahu Partai Demokrat masih terus bekerja," tegasnya.
Terakhir, ia pun optimis kalau Partai Demokrat bisa meraih suara maksimal sehingga banyak parpol yang justru ingin berkoalisi dengan partai binaan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.
"Partai lain yang minta koalisi dengan Demokrat. Jangan kita keluarkan (hasil survei) terlalu dini, saya optimis itu," tuntasnya.
Sebelumnya, LSI memprediksi tidak ada partai yang mau berkoalisi dengan Partai Demokrat untuk Pemilu Presiden (Pilpres) 2014.
Hasil tersebut berdasarkan riset yang mereka lakukan sepanjang 12 September hingga 5 Oktober 2013 melalui survei yang dilengkapi dengan riset kualitatif.
LSI juga mengatakan, peserta konvensi juga berpotensi tidak dilirik sebagai calon wakil presiden (cawapres) lantaran dinilai tidak mampu menaikkan elektabilitas partai.
Baca berita:
Survei LSI, Parpol diprediksi enggan berkoalisi dengan Demokrat
(kri)