Tak berubah, Partai Demokrat from hero to zero

Minggu, 24 November 2013 - 16:33 WIB
Tak berubah, Partai...
Tak berubah, Partai Demokrat from hero to zero
A A A
Sindonews.com - Partai Demokrat bakal menjadi menjadi penonton di Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 bila tak melakukan perubahan karena melorotnya elektabilitas mereka.

Hal tersebut berbeda dengan kondisi mereka pada 2009 di mana partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu sebagai partai baru yang memenangi Pemilu 2009.

Peneliti dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Rully Akbar mengatakan, Partai Demokrat bisa jadi penonton karena elektabilitas hasil survei mereka masih di bawah 10 persen.

"Partai Demokrat akan menjadi papan tengah karena elektabilitas di bawah sepuluh persen," katanya dalam pemaparan hasil risetnya bertema 'Konvensi Demokrat: Dari Hero ke Zero kah Nasib Demokrat?' di Kantor LSI, Rawa Mangun, Jakarta Timur, Minggu (24/11/2013).

Kata dia, ada beberapa hal yang membuat elektabilitas partai berlambang bintang segitiga itu masih minim sehingga diprediksi menjadi penonton pada Pilpres 2014.

"Terlambat melakukan pelembagaan partai. Ketergantungan terhadap figur SBY tidak didukung rekrutmen dengan baik. Juga diimbangi isu-isu yang tidak baik. Lalu kinerja SBY sebagai presiden tidak terlalu istimewa."

"Kepuasan terhadap kinerja SBY berpengaruh pada elektabilitas Partai Demokrat," terangnya.

Untuk itu, Rully berpendapat ada dua cara agar Partai Demokrat tak menjadi penonton pada Pilpres 2014. Pertama ialah meningkatkan citra partai dan kinerja SBY sebagai kepala negara.

Kedua, calon presiden (capres) dari Partai Demokrat harus melakukan terapi kejut atau big bang agar menarik perhatian.

"Syaratnya harus punya dana besar dan daya tarik capres sendiri," terangnya.

Rully juga menyampaikan kalau masih ada waktu lima bulan bagi Partai Demokrat untuk berbenah agar partai yang dahulu dikenal sebagai pemenang justru menjadi penonton.

"Apakah kembali menjadi hero atau berubah menjadi zero? Kedua kondisi itu akan ditentukan oleh Partai Demokrat sendiri," pungkasnya.

Baca berita:
Demokrat sering mendapat tekanan dari lawan politik
(kri)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Infografis
Final Liga Champions...
Final Liga Champions 2026: Head to Head Arsenal vs PSG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved