Akbar tak tahu manuver Ical terkait koalisi
Kamis, 14 November 2013 - 13:59 WIB
Akbar tak tahu manuver Ical terkait koalisi
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golongan Karya (Golkar), Akbar Tanjung mengatakan, dirinya sama sekali tidak mengetahui, jika Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie (ARB) atau yang biasa disapa Ical, melakukan manuver lobi politik terkait koalisi.
"Sepengetahuan saya, itu (koalisi) belum ada. Tapi belum, saya juga belum tahu, bisa saja ARB sudah ngomong-ngomong dengan mereka (parpol) itu," kata Akbar di balai besar Sespimma Polri, Jalan Ciputat Raya, Jakarta Selatan, Kamis (14/11/2013).
Akbar hanya meyakini, sampai saat ini Partai Golkar belum melakukan pendekatan dengan partai manapun secara formal, untuk melakukan koalisi di Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang. "Tentu saya yakin belum ada (koalisi)," tegas Akbar.
Namun, Akbar menegaskan, jika memang ada partai politik (parpol) yang didekati oleh Ical secara diam-diam, itu tidak menjadi permasalahan untuk Partai Golkar.
Karena menurut Akbar dengan pendekatan yang baik, maka Partai Golkar dan parpol yang akan diajak berkoalisi dengan Golkar, akan saling mengenal satu sama lain lebih dalam. "Bisa saling mengenal, saling mengetahui bagaimana visi dan misi serta komitmennya, itu tentu akan menentukan pilihan siapa yang akan diajak," pungkasnya.
Berita terkait:
Akbar: Penetapan Cawapres Golkar sebaiknya usai pileg
"Sepengetahuan saya, itu (koalisi) belum ada. Tapi belum, saya juga belum tahu, bisa saja ARB sudah ngomong-ngomong dengan mereka (parpol) itu," kata Akbar di balai besar Sespimma Polri, Jalan Ciputat Raya, Jakarta Selatan, Kamis (14/11/2013).
Akbar hanya meyakini, sampai saat ini Partai Golkar belum melakukan pendekatan dengan partai manapun secara formal, untuk melakukan koalisi di Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang. "Tentu saya yakin belum ada (koalisi)," tegas Akbar.
Namun, Akbar menegaskan, jika memang ada partai politik (parpol) yang didekati oleh Ical secara diam-diam, itu tidak menjadi permasalahan untuk Partai Golkar.
Karena menurut Akbar dengan pendekatan yang baik, maka Partai Golkar dan parpol yang akan diajak berkoalisi dengan Golkar, akan saling mengenal satu sama lain lebih dalam. "Bisa saling mengenal, saling mengetahui bagaimana visi dan misi serta komitmennya, itu tentu akan menentukan pilihan siapa yang akan diajak," pungkasnya.
Berita terkait:
Akbar: Penetapan Cawapres Golkar sebaiknya usai pileg
(maf)