Akbar: Penetapan cawapres Golkar sebaiknya usai pileg
Kamis, 14 November 2013 - 13:47 WIB
Akbar: Penetapan cawapres Golkar sebaiknya usai pileg
A
A
A
Sindonews.com - Partai Golongan Karya (Golkar) menilai munculnya sejumlah nama untuk menjadi calon wakil presiden (Cawapres) mendampingi Aburizal Bakrie (Ical) dalam Pemilu 2014 mendatang adalah hal yang wajar.
"Sebagai wacana sih, saya pikir normal-normal saja itu, adanya muncul beberapa nama. Tapi pada waktunya nanti, akan diproses dan mengarah pada satu nama," kata Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tanjung usai seminar Sespimma Polri angkatan 50 di balai besar Sespimma Polri, Jalan Ciputat Raya, Jakarta Selatan, Kamis (14/11/2013).
Akbar mengatakan, penetapan cawapres untuk mendampingi Ical sebaiknya dilakukan setelah pemilu legislatif (pileg). Karena, akan mulai terpetakan perolehan suara yang didapatkan oleh Partai Golkar untuk menjadi acuan di Pilpres 2014.
"Dan di situ akan diketahui secara langsung apakah Partai Golkar itu bisa mencalonkan presiden secara langsung," papar Akbar.
Menurut Akbar, jika Golkar dapat mencalonkan Ical secara langsung, tentu relatif lebih mudah untuk menentukan cawapresnya.
"Partai Golkar juga tentu akan melihat dari sekian nama itu, mana yang kira-kira memiliki kecocokan, memiliki chemistry dengan dia (Ical) sebagai calon presiden dan di situlah penentuannya sebagai calon wakil presiden," ujar Akbar.
Akbar pun mengaku bahwa saat ini sejumlah nama seperti Soekarwo, Mahfud MD, Khofifah Indar Parawangsa sudah disebut-sebut akan mendampingi Ical dalam Pemilu 2014.
"Saya kira itu nama-nama orang yang sudah dikenal luas oleh masyarakat, sehingga bisa dikategorikan calon-calon pemimpin ke depan atau calon-calon pemimpin yang bisa menduduki posisi-posisi penting dalam kehidupan kita berbangsa dan bernegara," pungkas Akbar.
Baca berita:
Wacana gaet Soekarwo, Demokrat nilai Golkar tak beretika
"Sebagai wacana sih, saya pikir normal-normal saja itu, adanya muncul beberapa nama. Tapi pada waktunya nanti, akan diproses dan mengarah pada satu nama," kata Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tanjung usai seminar Sespimma Polri angkatan 50 di balai besar Sespimma Polri, Jalan Ciputat Raya, Jakarta Selatan, Kamis (14/11/2013).
Akbar mengatakan, penetapan cawapres untuk mendampingi Ical sebaiknya dilakukan setelah pemilu legislatif (pileg). Karena, akan mulai terpetakan perolehan suara yang didapatkan oleh Partai Golkar untuk menjadi acuan di Pilpres 2014.
"Dan di situ akan diketahui secara langsung apakah Partai Golkar itu bisa mencalonkan presiden secara langsung," papar Akbar.
Menurut Akbar, jika Golkar dapat mencalonkan Ical secara langsung, tentu relatif lebih mudah untuk menentukan cawapresnya.
"Partai Golkar juga tentu akan melihat dari sekian nama itu, mana yang kira-kira memiliki kecocokan, memiliki chemistry dengan dia (Ical) sebagai calon presiden dan di situlah penentuannya sebagai calon wakil presiden," ujar Akbar.
Akbar pun mengaku bahwa saat ini sejumlah nama seperti Soekarwo, Mahfud MD, Khofifah Indar Parawangsa sudah disebut-sebut akan mendampingi Ical dalam Pemilu 2014.
"Saya kira itu nama-nama orang yang sudah dikenal luas oleh masyarakat, sehingga bisa dikategorikan calon-calon pemimpin ke depan atau calon-calon pemimpin yang bisa menduduki posisi-posisi penting dalam kehidupan kita berbangsa dan bernegara," pungkas Akbar.
Baca berita:
Wacana gaet Soekarwo, Demokrat nilai Golkar tak beretika
(kri)