Soal FCTC, Agung Laksono dinilai terlalu memaksa

Kamis, 07 November 2013 - 20:26 WIB
Soal FCTC, Agung Laksono...
Soal FCTC, Agung Laksono dinilai terlalu memaksa
A A A
Sindonews.com - Pemerintah dinilai tidak kompak dalam menentukan kebijakan untuk rakyat. Hal ini terlihat untuk mengaksesi Framework Convention On Tobacco Control (FCTC).

Pakar Hukum Tata Negara Universitas Khairun Ternate Margito Kamis mengatakan, pemerintah terlalu memaksakan, hal ini terlihat dari pernyataan Menko Kesra Agung Laksono (Menko Kesra), yang dinilai terlalu menguntungkan pihak lain yang pro mengaksesi FCTC, tanpa memperhatikan pengusaha dan petani di berbagai daerah.

"Pernyataan-pernyataan tersebut dapat dikatagorikan salah secara konsitusional dan menjadi bukti pemerintah tidak kompak," tandasnya saat dihubungi KORAN SINDO, Kamis (7/11/2013).

Menurut dia, sikap Menko Kesra disinyalir mendapatkan tekanan asing yang memang terus mendorong agar industri rokok terutama rokok kretek gulung tikar. Seharusnya, sebelum mengaksesi, pemerintah harus benar-benar menghitung aspek yang melemahkan dan merugikan petani dan pengusaha nasional.

"Regulasi di luar negeri tidak harus selalu diikuti. Jika dilihat jelas terdapat tekanan asing, maka jika pemerintah menanda tangani maka pemerintah akan menjadi budak regulasi asing," papar dia.

Klik di sini untuk berita terkait.
(stb)
Berita Terkait
Buruh Rokok Tolak RUU...
Buruh Rokok Tolak RUU Kesehatan
Senat AS Loloskan Paket...
Senat AS Loloskan Paket RUU Anti Teknologi China
Loloskan RUU Anti Teknologi...
Loloskan RUU Anti Teknologi China, Beijing: AS Paranoid!
Ditekan Barat, Presiden...
Ditekan Barat, Presiden Uganda Tolak Teken RUU Anti-LGBT
Pasal Tembakau dalam...
Pasal Tembakau dalam RUU Kesehatan Dinilai Berpotensi Mematikan Industri Rokok
BEI Bikin Indeks Saham...
BEI Bikin Indeks Saham yang Anti-Kontroversi: Saham Rokok Masuk di Dalamnya
Berita Terkini
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
KPK Tahan 2 Tersangka...
KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji
HUT ke-80, SPS: Fondasi...
HUT ke-80, SPS: Fondasi Pers Nasional Terletak pada Integritas, Profesionalisme, dan Kepentingan Publik
Delegasi Indonesia Soroti...
Delegasi Indonesia Soroti Kerja Paksa Myanmar dan Krisis Rohingya di Sidang ILO Jenewa
Demi Framing, Pengamat...
Demi Framing, Pengamat Menilai Jusuf Hamka Catut Nama Mbak Tutut dan TPI ke Polemik CMNP dengan MNC Asia
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved