Menteri PANRB kritisi dana pendidikan dan distribusi guru

Kamis, 07 November 2013 - 18:50 WIB
Menteri PANRB kritisi...
Menteri PANRB kritisi dana pendidikan dan distribusi guru
A A A
Sindonews.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar mengritisi tentang dana pendidikan yang dialokasikan pemerintah sebesar Rp300 triliun.

Namun ironisnya ketersediaan guru di pelosok negeri ini masih belum terpenuhi secara memadai. Azwar menilai pendidikan merupakan masalah yang urgen, karena ini masalah anak bangsa.

“Kalau negara mengeluarkan dana Rp300 triliun, tapi tidak bisa menyediakan guru SD yang ada di desa, itu zalim” tuturnya pada pembukaan rapat koordinasi layanan dasar pelayanan publik di Kementerian PANRB, Kamis (7/11/2013), dikutip laman menpan.go.id.

Harapan anak–anak yang ada di pedesaan adalah bisa menjadi pintar dan tidak dibodohi lagi. “Kalau bupati tidak bisa urus pendidikan yang ada di daerahnya, copot 'jengkolnya',” tutur dia lagi.

Sebagai gambaran diungkapkan, jika guru megajar enam kelas setiap hari, mustahil para murid bisa melaksanakan ujian. Apa namanya kalau pelayanan dasar saja tidak bisa kita urus.

Pelayanan publik merupakan ujung dari reformasi birokrasi. Di bagian hulu, juga perlu dilakukan audit kelembagaan, agar tidak kegemukan. “Lembaga seharusnya membuat input menjadi outcome. Tetapi yang terjadi saat ini, yang dicari bukan outcome-nya, tapi income,” tandas Azwar.

Selain kelembagaan, perizinan juga diaudit, karena terlalu berbelit-belit. Investor yang seharusnya dengan mudah masuk, terkadang enggan mengurus perijinan, dan lebih memilih berinvestasi ke negara lainnya, lantaran hal sepele yang bisa merugikan negara.

Menteri PANRB mengajak para peserta rakor agar memperbanyak titik-titik pelayanan yang dibutuhkan masyarakat. ”Jika ada sebatang pohon yang berat sekali di situ, masa tidak bisa dipindahkan. Kita ajak sepuluh orang untuk angkat sama-sama, pasti bisa kita angkat. Kebersamaan itulah yang kita gali,” kata Azwar beranalogi.

Pendidikan rendah ikut sumbang tingginya angka migrasi
(lal)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
ACC Wujudkan Harapan...
ACC Wujudkan Harapan Baru untuk Pendidikan di Pelosok Negeri
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved