Penganugerahan AFI, film harus membawa gagasan

Selasa, 05 November 2013 - 14:09 WIB
Penganugerahan AFI,...
Penganugerahan AFI, film harus membawa gagasan
A A A
Sindonews.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan Isee Production menyelenggarakan Apresiasi Film Indonesia (AFI) yang diselenggarakan Senin 4 November 2013 malam di Plaza Selatan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Selatan.

Acara tersebut adalah acara malam anugerah AFI yang diawali dengan pemutaran video budaya Indonesia dan hiburan-hiburan musik dari artis-artis ibukota.

Setelah itu, pada malam penganugerahan AFI, terdapat beberapa kategori pemilihan yakni kategori lembaga pendidikan, kategori film karya pelajar, dan kategori film karya mahasiswa.

Yang tidak kalah menarik adalah penganugerahan kepada beberapa film Indonesia dengan kategori, film animasi buatan anak bangsa, film dokumenter dan juga film pendek.

Setelah malam penganugerahan selesai, acara ditutup dengan monolog kebudayaan yang dipersembahkan oleh Butet Kertarajasa dengan disaksikan oleh puluhan orang yang terfokus menatapnya.

Menurut salah seorang Sutradara film yang dianugerahkan penghargaan, Riri Reza mengatakan, acara AFI yang diselenggarakan oleh Kemendikbud kali ini sangat aspiratif. Karena, hanya film-film yang mengandung nilai budaya dan pendidikan saja yang dapat masuk dalam kategori yang ditentukan oleh panitia acara.

"Sebenarnya selalu ada, dan saya yakin semua film itu cerminan dari mana itu berasal. Kalau ada yang bilang, film Indonesia selalu horor terus, itu sudah jadi budaya kita," kata Riri Reza saat berbincang dengan Sindonews di Senayan, Jakarta Selatan, Senin (5/11/2013) malam.

Reza pun menegaskan bahwa film yang baik adalah film yang membawa gagasan serta ide-ide yang akan disampaikan kepada masyarakat.

"Saya selalu berusaha membuat film yang baik dan seimbang, film itu harus membawa gagasan-gagasan yang membuat nyaman, bangga dan persoalan-persoalan bangsa ini dan juga punya nilai hiburan," pungkas Reza.

Baca berita:
Film Indonesia harus lepas dari dominasi asing
(kri)
Berita Terkait
Bangun dan Revitalisasi...
Bangun dan Revitalisasi Sistem Pendidikan Seni dan Budaya lewat ODA
Menghidupkan Budaya...
Menghidupkan Budaya dan Kebersamaan dalam Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji
Art Love U Fest 2024:...
Art Love U Fest 2024: Bertemunya Seni dan Cinta di JDC
Indonesia Bertutur 2024,...
Indonesia Bertutur 2024, Upaya Perkuat Ekosistem Budaya
Napak Jagat Nusantara...
Napak Jagat Nusantara Penampil Utama dalam Gelaran Seni Budaya untuk Meriahkan Rangkaian HUT ke-79 TNI
Pecah, Puluhan Ribu...
Pecah, Puluhan Ribu Orang Padati Sakura Matsuri 2025 di Jababeka
Berita Terkini
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
TAUD Khawatir Barang...
TAUD Khawatir Barang Bukti Kasus Andrie Yunus Dimusnahkan PN Militer
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
TAUD Ajukan Penghentian...
TAUD Ajukan Penghentian Sidang Kasus Andrie Yunus ke Pengadilan Militer Jakarta
Milad ke-24, BSMI Komitmen...
Milad ke-24, BSMI Komitmen Kokohkan Pelayanan Kemanusiaan Bagi Indonesia dan Dunia
Mensesneg Tegaskan Belum...
Mensesneg Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet
Infografis
7 Film Indonesia Terlaris,...
7 Film Indonesia Terlaris, Salah Satunya Film Jumbo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved