Pendidikan rendah ikut sumbang tingginya angka migrasi

Rabu, 30 Oktober 2013 - 15:42 WIB
Pendidikan rendah ikut...
Pendidikan rendah ikut sumbang tingginya angka migrasi
A A A
Sindonews.com - Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan menilai sistem pendidikan di Indonesia masih banyak yang harus dibenahi. Dari jumlah sekolah saja, kata dia, masih seringkali sulit dijangkau.

Menambah jumlah sekolah, kata dia, bukan berarti membangun proyek baru. Tetapi dengan mengoperasikan tiap sekolah menjadi sekolah pagi dan sekolah siang.

"Apa sulitnya sekolah yang pagi lalu jadi sore. Kalau guru di Indonesia, sebenarnya jumlahnya relatif cukup, tapi distribusi tak merata. Kualitas gurunya juga harus ditingkatkan," katanya dalam acara Simposium Pendidikan Nasional 2013 di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Rabu (30/10/2013).

Tak hanya itu, kata Anies, infrastruktur pendidikan juga harus dibenahi. Ia optimis dalam lima tahun kedepan pembenahan tersebut sangat bisa dikerjakan.

"Di daerah pun dorongan sudah makin tinggi. Kesadaran untuk mengenyam pendidikan sudah makin tinggi," ungkapnya.

Anies menambahkan, yang menjadi persoalan saat ini justru banyak lulusan pendidikan rendah di luar daerah urban seperti Jabodetabek. Hal itu justru akan menambah masalah baru saat mereka memutuskan untuk bermigrasi ke kota besar seperti Jakarta.

"Yang sekarang sudah pendidikannya SMA tentu aman, kalau di Jabodetabek jumlah masyarakat pendidikan SMA sudah proporsional, jangan kita mengatakan hanya bicara urban. Justru di luar urban itu kita punya masalah. Dan itu yang menyebabkan migrasi ke Jakarta, justru banyaknya yang pendidikannya rendah," tukasnya.

Anies menilai, di Jakarta mereka dididik untuk menjadi warga urban tetapi di kampung tak ada pekerjaan dan dengan pendidikan yang rendah.

"Sudah lengkap tuh mereka membuat Jakarta malah jadi lebih padat. Calon bupati, calon gubernur yang berkampanye berjanji majukan pendidikan, itu juga bagus, didorong saja, kalau pernah berjanji, masukan saja di Youtube kan dan direkam, lalu tagih janjinya," tegasnya.

Baca berita:
Pendidikan berkualitas kunci majunya kelautan & perikanan
(kri)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
ACC Wujudkan Harapan...
ACC Wujudkan Harapan Baru untuk Pendidikan di Pelosok Negeri
Berita Terkini
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Infografis
Pendidikan Dirgayuza...
Pendidikan Dirgayuza Setiawan, Lulusan Oxford yang Jadi Asisten Khusus Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved