Kasus penembakan polisi mulai temui titik terang

Selasa, 29 Oktober 2013 - 15:04 WIB
Kasus penembakan polisi...
Kasus penembakan polisi mulai temui titik terang
A A A
Sindonews.com - Kasus terorisme terhadap lembaga kepolisian mulai menemukan titik terang. Hingga saat ini, sudah ada enam tersangka yang diamankan terkait tindak terorisme terhadap polisi.

Ke depan, lembaga penegak hukum itu berjanji akan bekerja keras untuk menangkap pelaku tersebut dengan menggali keterangan dari mereka yang telah tertangkap.

“Saya belum sampaikan ke media bahwa sudah ada yang ditangkap dan kita sudah menjurus pada pelaku utama,” kata Kapolri Komjen Pol Sutarman usai upacara serah terima jabatan dari Jenderal Timur Pradopo di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Selasa (29/10/2013).

Tindak terorisme terhadap polisi terjadi pada pertengahan 2013. Yaitu penembakan yang menewaskan dua anggota kepolisian Sektor Pondok Aren dan penembakan polisi di depan Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, Kuningan, Jakarta Pusat. Ditegaskan dia, segala bentuk terror akan dikenakan sanksi tegas.

“Siapa pun yang meneror, dari kelompok manapun, jika melanggar hukum harus ditindak tegas,” ucapnya.

Sutarman juga mengatakan, pihaknya terus memberantas aksi teror secara nasional yang mengganggu kenyamanan masyarakat. Namun, dia belum bisa memastikan apakah semua aksi teror itu sudah terafiliasi atau tidak.

“Kami belum memastikan dari kelompok mana saja, yang pasti mereka melakukan aksi teror,” katanya.

Sutarman mengaku akan mengganti strategi dalam memerangi para teroris di Indonesia. Dengan berkembangnya pola terorisme maka penanganannya pun disesuaikan. Jika dulu pihaknya menangkap setelah terjadi aksi teror, maka saat ini diamankan sebelum bertindak.

“Sekarang strategi kita ubah. Dulu, kalau mereka mengebom baru kita menangkapnya. Sekarang kita tangkap sebelum diserang,” tukasnya.

Sementara itu anggota Komisi III DPR RI Harry Wijaksono menambahkan, polisi ke depan harus memberikan rasa aman pada masyarakat. Serta dapat mengantisipasi adanya tindak terorisme yang marak terjadi belakangan ini.

“Jadi secara psikologis polisi dapat dirasakan oleh masyarakat. Kehadiran mereka dapat dirasakan secara langsung. Bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara psikologisnya,” tukas politikus Partai Demokrat itu.

Ditambahkan, polisi juga harus bisa memberikan pelayanan terbaik. Dengan melakukan sambang warga sehingga dapat mengetahui betul permasalahan yang muncul. Termasuk permasalahan terorisme karena ancaman ini menjadi masalah baru saat ini.

“Polisi harus bisa melayani seribu orang. Jadi satu orang polisi mampu melayani seribu masyarakat,” imbau Harry.

Baca berita:
Ini hambatan Polri cegah aksi terorisme
(kri)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved