Disebut politikus kardus, Bamsoet tantang SBY

Senin, 28 Oktober 2013 - 01:05 WIB
Disebut politikus kardus,...
Disebut politikus kardus, Bamsoet tantang SBY
A A A
Sindonews.com - Politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo beradu pernyataan dengan Partai Demokrat. Pria akrab disapa Bamsoet itu menyebut Presiden sekaligus Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kerap curhat soal partai dan urusan pribadi di hadapan publik.

Tak terima, Demokrat bereaksi dengan menyebut Bamsoet politikus kardus. Tudingan itu dibalas oleh Bamsoet dengan menantang SBY mengungkap sosok Bunda Putri yang saat ini ditutupi oleh semua pihak yang mengenalnya, bahkan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juga tak menanyakan detail sosok Bunda Putri kepada terdakwa Luthfi Hasan Ishaaq.

Semua tokoh dan kalangan yang mengaku mengenal Bunda Putri pun tak juga mengungkap siapa sejatinya Bunda Putri. "Ketua Majelis Tinggi/Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) boleh saja mengklaim telah memberi dukungan penuh bagi pemberantasan korupsi kepada seluruh lembaga penegak hukum. Namun, klaim itu harus didukung bukti," kata Bamsoet melalui siaran pers yang diterima Sindonews, Senin (28/10/2013).

"Jika dalam kapasitasnya sebagai Presiden, SBY belum bisa mendorong penegak hukum menghadirkan Bunda Putri untuk klarifikasi, klaim itu patut dipertanyakan," tegas Bamsoet.

Lebih jauh dia mengatakan, perhatian publik terhadap isu korupsi tak hanya terfokus pada kasus yang melibatkan politikus partai politik, tapi publik juga menyoroti kasus korupsi yang diduga melibatkan oknum pemerintah.

"Contoh kasusnya adalah skandal Bank Century, Hambalang, SKK Migas, dll. Dan kasus terkini adalah perkara suap impor daging sapi yang memunculkan orang-orang berinsial Bunda Putri, Dipo, Pak Lurah hingga Sengman," kata Wakil Bendahara Umum Golkar itu.

"Kasus suap impor daging adalah tindak pidana korupsi dengan modus kartel. Sengman dan Bunda
Putri sudah diduga sebagai pihak yang terkait kartel impor daging sapi. Bahkan sudah
digambarkan bahwa Bunda Putri pun bisa memengaruhi Presiden dan kabinetnya," imbuhnya.

Maka, Kalau benar ingin memberikan dukungan penuh terhadap pemberantasan korupsi, Bamsoet menantang SBY dalam kapasitasnya sebagai presiden mengungkap identitas Bunda Putri dengan memerintahkan para pembantunya segera menghadirkan Bunda Putri dan Sengman untuk
sekadar memberi klarifikasi kepada penegak hukum dan publik.

"Kalau Bunda Putri terus dibiarkan menjadi misteri, klaim SBY itu menjadi tidak bermakna. Saat ini misteri Bunda Putri sudah melahirkan konsekuensi yang serius terhadap pemerintah. Sebab, publik menilai pemerintahan SBY terlalu lemah sehingga tidak berani menghadirkan Bunda Putri," tandasnya.

Baca juga berita: Demokrat: Bamsoet politikus kardus
(lal)
Berita Terkait
Pedagang Daging Pilih...
Pedagang Daging Pilih Mogok Jualan
Menimbang Ulang Impor...
Menimbang Ulang Impor Daging Kerbau
Pemerintah Janji Tinjau...
Pemerintah Janji Tinjau Ulang Kuota Impor Daging Sapi
Siap-siap! RI Akan Impor...
Siap-siap! RI Akan Impor Daging Sapi dari Meksiko
7 Negara Pengekspor...
7 Negara Pengekspor Daging Terbesar ke Indonesia, yang Terakhir: Percaya Enggak Percaya!
Pedagang Daging Masih...
Pedagang Daging Masih Ada yang Mogok, Jappdi Ungkap Alasannya
Berita Terkini
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Infografis
Gunung Pelangi China,...
Gunung Pelangi China, Fenomena Alam yang Disebut dalam Al-Quran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved