Anggota Wanbin Demokrat tak percaya soal SMS SBY
Sabtu, 26 Oktober 2013 - 17:57 WIB
Anggota Wanbin Demokrat tak percaya soal SMS SBY
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Dewan Pembina (Wanbin) Partai Demokrat Dede Yusuf, tak percaya mengenai isi pesan singkat atau short message service (SMS), yang diduga dikirimkan Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Dalam pesan tersebut dituliskan, bahwa SBY marah terhadap mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Gede Pasek Suardika.
"Kalau SMS itu, Pak SBY sering SMS, pada kader. Tetapi sifatnya internal, kalau sampai ke publik bisa saja ada editan, tidak otentik," kata Dede di Sentul International Contention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu (26/10/2013).
Mantan publik figur ini pun mengaku, tak menerima pesan tersebut. "Saya tidak menerima SMS itu. Saya tidak percaya (SMS ditulis SBY), artinya terlalu spesifik," terangnya.
Hal senada juga disampaikan anggota Wanbin Partai Demokrat lainnya, Jafar Hafsah. Politikus yang memiliki zodiak Aquarius ini mengaku, tak percaya SBY mengirim pesan tersebut.
"Saya sebenarnya tidak menerima. Saya hanya membaca di media sepotong, yang poin 4 dan 5 itu. Tetapi kalau saya baca itu, saya tidak yakin kalau itu dari SBY atau dari Ketua Umum," katanya di tempat yang sama.
KLik di sini untuk beirta terkait.
Dalam pesan tersebut dituliskan, bahwa SBY marah terhadap mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Gede Pasek Suardika.
"Kalau SMS itu, Pak SBY sering SMS, pada kader. Tetapi sifatnya internal, kalau sampai ke publik bisa saja ada editan, tidak otentik," kata Dede di Sentul International Contention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu (26/10/2013).
Mantan publik figur ini pun mengaku, tak menerima pesan tersebut. "Saya tidak menerima SMS itu. Saya tidak percaya (SMS ditulis SBY), artinya terlalu spesifik," terangnya.
Hal senada juga disampaikan anggota Wanbin Partai Demokrat lainnya, Jafar Hafsah. Politikus yang memiliki zodiak Aquarius ini mengaku, tak percaya SBY mengirim pesan tersebut.
"Saya sebenarnya tidak menerima. Saya hanya membaca di media sepotong, yang poin 4 dan 5 itu. Tetapi kalau saya baca itu, saya tidak yakin kalau itu dari SBY atau dari Ketua Umum," katanya di tempat yang sama.
KLik di sini untuk beirta terkait.
(stb)