IDI tolak dokter asing

Senin, 30 September 2013 - 18:06 WIB
IDI tolak dokter asing
IDI tolak dokter asing
A A A
Sindonews.com – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menolak kehadiran dokter asing di Indonesia. Selanjutnya IDI akan meminta pemerintah untuk membuat satuan tugas (satgas) guna mengawasi praktik dokter asing di rumah sakit.

Ketua Umum IDI Zaenal Abidin mengatakan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) harus segera membuat aturan hukum serta mengawasi rumah sakit yang mempekerjakan rumah dokter asing. Untuk itu, usulan untk membangun satgas yang terdiri dari Kemenkes, Dinkes serta penegak hukum untuk menjaga pratik dokter ilegal di rumah sakit.

“Kita belum rapat, tetapi IDI sudah mengusulkan untuk diadakan rapat. Ini bertujuan untuk menjaga harkat hukum di Indonesia,” tandasnya saat ditemui di Kantor IDI dalam jumpa pers dokter kecil mendatang.

Selama ini, lanjut dia, tidak ada sangsi yang diberikan baik pimpinan rumah sakit maupun rumah sakit yang mempekerjakanya. Karena dokter-dokter tersebut tidak mengurusi izin ke salah satunya konsel kedokteran.

Menurut Zainal, ahli teknologi tidak dapat diberlakukan di daerah tetapi hanya berlaku pada rumah sakit pendidikan dan institusi pendidikan. “Dokter ahli teknologi itu mempunyai kemampuan lebih yang diundang oleh pemerintah atau organisasi profesi bukan bekerja di institusi pendidikan dan rumah sakit pendidikan,” kata dia.

Lanjut dia, banyak kerugian yang akan terjadi di Indonesia akibat tidak ada regulasi terkait praktik dokter asing. Salah satunya, ketidaktahuan peta kesehatan di Indonesia. Selain itu, banyak doketr asing belum diketahui kemampuanya.

Untuk itu, pemerintah mempunyai hak guna mengatur regulasi, karena pada praktiknya Indonesia sangat terbuka untuk asing.

“IDI menolak kehadiran dokter asing kecuali transfer informasi dan pengetahuan serta pengaturan regulasi,” tegas dia.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Kemekes) Nafsiah Mboi mengatakan, saat ini pemerintah sedang memnyusun regulasi guna mengatur dokter asing di Indonesia. Dia mengatakan, kehadiran dokter asing dapat dilakukan hanya untuk transfer pendidikan dengan rumah sakit pendidikan. Selain itu perjanjian dalam barter tenaga dokter dengan standar yang sama.

“Kita tidak membutuhkan dokter asing dalam tenaga. Selain itu dilakukan harus dengan perjanjian,” ujar Menkes Kepada SINDO, Senin (30/9/2013).

Nafsiah mengatakan, saat ini yang dibutuhkan dokter sub spesialis untuk ditempatkan di daerah. Untuk itu, pemerintah lakukan antisipasi dengan menempatkan dokter spesialis untk melakukan percepatan. Dengan kuantitas dokter yang ada di Indonesia, diharapkan nantinya dapat mengibangi persebaran dokter di daea sesuai dengan kebutuhan.

Baca juga berita Penyebab merosotnya kualitas dokter.
(lal)
Berita Terkait
Hepatitis Misterius,...
Hepatitis Misterius, Waspada Jika Anak Alami Gejala Ini
Kemenkes Sebut Kasus...
Kemenkes Sebut Kasus Polio di Indonesia hanya 1, Bukan 4
Kemenkes Beberkan Kronologi...
Kemenkes Beberkan Kronologi Kasus Hepatitis Akut yang Tewaskan 3 Anak di Indonesia
Kemenkes Beri Penghargaan...
Kemenkes Beri Penghargaan Landson, Dukung Gerakan Change Source
Hari Kesehatan Jiwa...
Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2021, Jiwa yang Sehat Pengaruhi Kualitas Hidup
SKAMRT Temukan 7 dari...
SKAMRT Temukan 7 dari 10 Rumah Tangga Konsumsi Air Minum Terkontaminasi
Berita Terkini
Perindo Perkuat Pemahaman...
Perindo Perkuat Pemahaman dan Kapasitas Anggota DPRD lewat Bimtek Nasional 2026, Dorong Ekonomi Kerakyatan
Febrie Adriansyah Jadi...
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU, Kejagung Paparkan Modusnya
Penyesuaian Tarif PNBP...
Penyesuaian Tarif PNBP Berkeadilan, Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Febrie Adriansyah Ditahan...
Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi Pink, PB PMII: Cetak Sejarah
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Pakar Kebijakan Publik...
Pakar Kebijakan Publik Soroti Ego Sektoral Penegakan Hukum, Sarankan Pelibatan KPK
Infografis
Ratusan Mahasiswa Asing...
Ratusan Mahasiswa Asing Berbakat Terancam Kehilangan Masa Depan di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved