Persaingan ketat, masuk PNJ dengan rasio 1:4

Kamis, 26 September 2013 - 15:18 WIB
Persaingan ketat, masuk...
Persaingan ketat, masuk PNJ dengan rasio 1:4
A A A
Sindonews.com - Setelah diterapkannya Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (Dikti) bahwa politeknik boleh mengembangkan hingga magister dan doktor terapan, calon mahasiswa semakin banyak berbondong-bondong memilih pendidikan politeknik.

Hal itu juga menyebabkan proses penyaringan penerimaan mahasiswa baru di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) semakin ketat.

Direktur PNJ Abdillah mengatakan, peraturan tersebut membuat PNJ semakin melesat melebarkan sayap untuk menuju magister terapan dan doktor terapan. PNJ mendapatkan kepercayaan dengan mendapatkan program D4 atau S1 terapan, sebanyak 7 program studi.

Sementara pada tahun ini mendapatkan izin operasional dua program studi, sehingga totalnya ada 13 program D3, dan 13 program S1 terapan.

"UU 12/2012 tentang dikti, membawa peluang bagi Poltek. Termasuk PNJ, diberikan kesempatan kembangkan sarjana terapan, magister terapan, dan doktor terapan.Pasal 16 disebutkan ayat a, pendidikan vokasi tertinggi diploma, siapkan pekerjaan keahlian terapan tertentu, ayat b, pendidikan vokasi tersebut bisa dikembangkan pemerintah sampai magister terapan, dan doktor. Hal ini membanggakan sehingga kedudukan politeknik sama seperti universitas dan institut," ujarnya di Balairung UI, Depok, Kamis (26/9/2013).

Dalam waktu yang tak terlalu lama, kata Abdillah, pihaknya telah mempersiapkan magister terapan pada jurusan teknik sipil. Jika tahun-tahun sebelumnya masuk PNJ hanya dengan rasio 1:3, Abdillah menyebut saat ini rasio masuk PNJ menjadi 1:4.

"Jadi sebelumnya 4.500 yang melamar atau mendaftar, kami terima 1.500, saat ini bisa lebih dari 6.500 mahasiswa yang mendaftar, jadi lebih ketat menuju era globalisasi," katanya.

Abdillah menyebutkan jalur masuk PNJ ada lebih dari tiga jalur yakni Jalur Seleksi Prestasi, bidik misi, tes tertulis nasional, dan ujian mandiri. "Kalau yang jalur prestasi tanpa tes, hanya dengan nilai rapor. Kewenangan ini membuat calon mahasiswa berbondong-bondong daftar ke politeknik," tutupnya.

Baca juga berita PNJ luluskan 1.502 wisudawan
(kri)
Berita Terkait
Paradoks Pendidikan...
Paradoks Pendidikan Tinggi
Pengalaman 36 Tahun,...
Pengalaman 36 Tahun, Universitas Terbuka Ingin Bantu PT Lain
Kualitas Universitas...
Kualitas Universitas Oxford Tak Terkalahkan di Dunia
iSB Sediakan Jurusan...
iSB Sediakan Jurusan Akuntansi Internasional, Ini Sejumlah Keunggulannya
16 Lembaga Layanan Pendidikan...
16 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi di Indonesia, Ini Daftar dan Kontaknya
100 Program Studi Vokasi...
100 Program Studi Vokasi Akan Dipadukan dengan Dunia Industri dan Kerja
Berita Terkini
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
Refleksikan Cita-cita...
Refleksikan Cita-cita Bung Karno, PDIP Minta Pemerintah Wujudkan Keadilan Hukum dan Ekonomi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
Terbukti Selingkuh dan...
Terbukti Selingkuh dan Pungli, Anggota KPU OKU Timur Dipecat
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved