Ini alasan Kemendag pilih Gita jadi figur iklan layanannya
Senin, 23 September 2013 - 22:17 WIB
Ini alasan Kemendag pilih Gita jadi figur iklan layanannya
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Pusat Hubungan Masyarakat (Humas) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Arlinda Imbang Jaya mengatakan, bahwa sebelum memproduksi materi iklan layanan pihaknya melakukan Focus Group Discussion (FGD).
Hal itu untuk mengetahui materi iklan seperti apa yang dapat mempengaruhi publik, agar publik tergerak menggunakan produk buatan dalam negeri.
Lebih lanjut dia menjelaskan, hasil FGD dan evaluasi materi kampanye iklan layanan sebelumnya menunjukkan bahwa iklan atau publikasi akan lebih efektif jika menggunakan sosok tokoh yang cukup dikenal masyarakat dan kesehariannya menggunakan produk buatan dalam negeri.
"Kami merasa sosok Mendag sangat memenuhi kriteria tersebut," ujar Arlinda Imbang Jaya dalam keterangan resminya, Senin (23/9/2013).
Disamping itu, lanjut dia, pihaknya juga mempertimbangkan bahwa menggunakan tokoh populer lainnya akan menimbulkan biaya lain yang cukup besar.
"Namun tentunya untuk hasil yang lebih optimal dan memberikan dampak positif kepada masyarakat luas, kami akan melakukan evaluasi materi kampanye (iklan layanan) secara periodik," tuturnya.
Hal demikian dikatakannya menanggapi langkah Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) yang melaporkan iklan layanan Kementerian Perdagangan ke Komite Konvensi Capres Partai Demokrat, mengenai dugaan penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan pencapresan.
Baca juga berita Gita Wirjawan dilaporkan ke Komite Konvensi Demokrat.
Hal itu untuk mengetahui materi iklan seperti apa yang dapat mempengaruhi publik, agar publik tergerak menggunakan produk buatan dalam negeri.
Lebih lanjut dia menjelaskan, hasil FGD dan evaluasi materi kampanye iklan layanan sebelumnya menunjukkan bahwa iklan atau publikasi akan lebih efektif jika menggunakan sosok tokoh yang cukup dikenal masyarakat dan kesehariannya menggunakan produk buatan dalam negeri.
"Kami merasa sosok Mendag sangat memenuhi kriteria tersebut," ujar Arlinda Imbang Jaya dalam keterangan resminya, Senin (23/9/2013).
Disamping itu, lanjut dia, pihaknya juga mempertimbangkan bahwa menggunakan tokoh populer lainnya akan menimbulkan biaya lain yang cukup besar.
"Namun tentunya untuk hasil yang lebih optimal dan memberikan dampak positif kepada masyarakat luas, kami akan melakukan evaluasi materi kampanye (iklan layanan) secara periodik," tuturnya.
Hal demikian dikatakannya menanggapi langkah Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) yang melaporkan iklan layanan Kementerian Perdagangan ke Komite Konvensi Capres Partai Demokrat, mengenai dugaan penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan pencapresan.
Baca juga berita Gita Wirjawan dilaporkan ke Komite Konvensi Demokrat.
(lal)