Kontrasepsi pil dan suntik lebih diminati

Minggu, 22 September 2013 - 18:37 WIB
Kontrasepsi pil dan...
Kontrasepsi pil dan suntik lebih diminati
A A A
Sindonews.com - Plt. Deputi Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN Wendy Hartanto mengatakan, berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012, saat ini sebanyak 62 persen menggunakan alat kontrasepsi modern dan tradisional.

Dengan spesifikasi empat persen IUD, suntik 32 persen, susuk tiga persen dan pil 14 persen. "Untuk penggunaan IUD sendiri angkanya terus meningkat. Pada 1991 mencapai 13 persen, lalu menurun 10 persen, menurun lagi hingga 4 persen. Karena trennya banyak yang memilih suntik dan pil karena dianggap lebih praktis," katanya, saat ditemui di Kantor BKKBN, Minggu (22/9/2013).

Menurut Wendy, pemakaian alat kontrasepsi jangka pendek akan berisiko gagal lebih besar ketimbang IUD yang berjangka panjang. Hal ini disebabkan akseptor bisa saja lupa melakukan suntik KB yang dilakukan setiap bulan sekali.

Sehingga menyebabkan angka kegagalan metode suntik juga cukup tinggi mencapai 6/100. Artinya enam dari 100 penggunanya hamil setelah menggunakan suntik. Sedangkan untuk metode IUD, angka kegagalannya sangat rendah hanya 0,8 per 100.

"Padahal pemasangan IUD dan implant bagi akseptor tidak mampu diberikan secara gratis. Setiap tahun BKKBN mengalokasikan dana sebanyak Rp500 miliar untuk alat kontrasepsi, tetapi yang banyak yang memilih suntik dan pil," katanya.

Klik di sini untuk berita pengguna kontrasepsi masih rendah.
(stb)
Berita Terkait
Tingkatkan Layanan KB...
Tingkatkan Layanan KB Lewat Inovasi, Kemendukbangga/BKKBN Berikan Apresiasi
Kesetaraan Gender dalam...
Kesetaraan Gender dalam Ber-KB
Gandeng TNI, Baksos...
Gandeng TNI, Baksos KB Dilaksanakan di Kota Parepare
Kota Parepare Terbaik...
Kota Parepare Terbaik Nasional Pendataan Keluarga 2021
Perempuan Masih Enggan...
Perempuan Masih Enggan Menggunakan Alat Kontrasepsi, Ini Kata DKT Indonesia
Jelang Hari Keluarga...
Jelang Hari Keluarga Nasional, Pelayanan KB Serentak se-Indonesia Merambah Perbatasan RI-Australia
Berita Terkini
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved