Komisi I: Dirut TVRI mengada-ngada

Jum'at, 20 September 2013 - 10:51 WIB
Komisi I: Dirut TVRI...
Komisi I: Dirut TVRI mengada-ngada
A A A
Sindonews.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin menolak pernyataan Direktur Utama (Dirut) Televisi Republik Indonesia (TVRI) di sejumlah media massa yang menyebut bahwa siaran konvensi Presiden Partai Demokrat adalah hasil kesepakatan LPP TVRI dengan Komisi I DPR.

TB Hasanuddin mengakui kedua belah pihak mewacanakan tentang peran TVRI dalam Pemilu 2014 khususnya mengenai sosialisasi. Namun, untuk bentuk rencana sosialisasi itu belum disepakati karena masih harus dibicarakan dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

"Perlu saya luruskan memang benar dalam rapat dengar pendapat LPP TVRI dengan Komisi I tanggal 10 September 2013 ada wacana tentang peran TVRI dalam pemilu yang akan datang khususnya sosialisasi pemilu kepada publik," kata TB Hasanuddin melalui siaran tertulis kepada wartawan, Jumat (20/9/2013).

"Nah seperti apa bentuknya, tata kelolanya, petunjuk teknisnya dan lain-lainnya harus dibicarakan dahulu dengan pihak-pihak terkait seperti KPU (dari sisi regulasi tentang pemilunyanya), dengan KPI (dari sisi regulasi dan ketentuan siarannya)," sambungnya.

Kata dia, hingga kini koordinasi bersama antar pihak itu belum dilaksanakan. Sehingga, belum jelas isi penyiaran sosialisasi yang dapat dilakukan TVRI dari wacana itu.

"Sampai hari ini kordinasi bersama itu belum dilaksanakan sehingga belum jelas misalnya, apa yang boleh dan yang tidak boleh dalam kampanye melalui TV, durasi penyiaran masing-masing peserta pemilu, subtansi siaran, waktu siaran dan lain lain. Sekali lagi saya sampaikan bahwa rapat dengan KPU dan KPI sampai hari ini belum dilaksanakan," tegasnya.

Karena itu, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menilai komentar Dirut TVRI tidak sesuai dengan hasil rapat tersebut. "Dirut TVRI terkesan terburu buru dan mengada-ngada," pungkasnya.

Baca berita Dewan Pengawas diminta selidiki penyiaran konvensi oleh TVRI
(kri)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
Kabar Baik! Dana KJP...
Kabar Baik! Dana KJP Plus Tahap I Juli 2021 Sudah Cair
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved