Sejak awal Pasek & Saan sudah tahu akan disingkirkan

Kamis, 19 September 2013 - 09:31 WIB
Sejak awal Pasek & Saan...
Sejak awal Pasek & Saan sudah tahu akan disingkirkan
A A A
Sindonews.com - Pengamat Politik dari Universitas Indonesia (UI), Hamdi Muluk menduga politikus Partai Demokrat, Gede Pasek Suardika dan Saan Mustopa sudah lama mengetahui akan disingkirkan.

Tak hanya itu, keduanya dinilai sudah paham risiko yang akan diterimanya dengan menghadiri deklarasi organisasi masyarakat (Ormas) Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI).

"Tampaknya begitu, tetapi mereka (Pasek) dan Saan pun kayaknya sudah aware bahwa ini cepat atau lambat akan terjadi. Makanya sedia payung sebelum hujan, Pasek sudah ancang-ancang di DPD," kata Hamdi saat dihubungi wartawan, Kamis (19/9/2013).

Sementara itu, terkait keberadaan Ormas PPI, Hamdi berpendapat pendirian ormas ini bagian dari manuver politik yang dilakukan Anas terhadap Partai Demokrat.

"Anas bikin manuver dengan PPI nya, the game is not over yet. Kayaknya bisa jadi efek amputasi Anas dkk bikin gerakan pengembosan Demokrat," tuntasnya.

Sebelumnya, Gede Pasek Suardika dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Komisi III DPR sementara jabatan Saan Mustopa digantikan Tengku Rifky Harsa.

Ketua Fraksi Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf membantah pencopotan keduanya terkait kehadiran mereka pada deklarasi PPI. "Kalau ini, dikait-kaitkan dengan kehadiran, nanti kasihan teman segitu banyaknya," kata Nurhayati dalam keterangan persnya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, kemarin.

Menurutnya, rotasi di fraksi maupun komisi biasa dilakukan partai politik begitupun dengan partai berlambang bintang segitiga ini."Rotasi ini hal biasa, tidak ada kaitannya (dengan Ormas PPI), untuk memberikan kesempatan yang lain untuk memimpin."

"Tidak dikait-kaitkan. Kalau mau mengaitkan wajar saja. Tetapi kami tegaskan tidak ada kaitannya (dengan Ormas PPI), rotasi sejak lama hanya waktunya hari ini," pungkasnya.

Baca berita Copot Pasek & Saan, Demokrat cerminkan antidemokratis
(kri)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Infografis
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai...
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Rampung Paling Lama Awal 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved