Konsistensi SBY dipertanyakan terkait Konvensi Demokrat
Selasa, 17 September 2013 - 15:53 WIB
Konsistensi SBY dipertanyakan terkait Konvensi Demokrat
A
A
A
Sindonews.com - Ketidakhadiran Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam deklarasi 11 peserta konvensi calon presiden (capres), dinilai mengurangi semangat peserta konvensi.
"Tentang ketidakhadiran SBY dalam acara pemaparan para peserta konvensi, mungkin bisa menurunkan semangat mereka," kata pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro saat dihubungi wartawan, Selasa (17/9/2013).
Perempuan yang biasa dipanggil Wiwieq ini menambahkan, 11 peserta konvensi capres berharap bisa disaksikan langsung oleh SBY sebagai pihak yang mengundang. "Kecuali ada alasan masuk akal yang bisa diterima para peserta, mengapa SBY absen malam itu," ucapnya.
Lebih jauh Wiwieq menjelaskan, jika konvensi berlangsung kurang konsisten, maka publik akan memberikan penilaian kurang positif. Menurutnya, posisi SBY sebagai presiden, Ketua Majelis Tinggi Demokrat dan ketua umum partai, harus pintar memerankan fungsi jabatan yang diemban.
Lebih lanjut dia mengatakan, SBY semestinya hadir saat deklarasi peserta konvensi. "Sebagai ketua umum partai, SBY mestinya hadir di acara pemaparan para peserta, sehingga menunjukkan konsistensi," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden SBY dituding tidak bisa mengurus negara yang dipimpin olehnya.
"Tentang ketidakhadiran SBY dalam acara pemaparan para peserta konvensi, mungkin bisa menurunkan semangat mereka," kata pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro saat dihubungi wartawan, Selasa (17/9/2013).
Perempuan yang biasa dipanggil Wiwieq ini menambahkan, 11 peserta konvensi capres berharap bisa disaksikan langsung oleh SBY sebagai pihak yang mengundang. "Kecuali ada alasan masuk akal yang bisa diterima para peserta, mengapa SBY absen malam itu," ucapnya.
Lebih jauh Wiwieq menjelaskan, jika konvensi berlangsung kurang konsisten, maka publik akan memberikan penilaian kurang positif. Menurutnya, posisi SBY sebagai presiden, Ketua Majelis Tinggi Demokrat dan ketua umum partai, harus pintar memerankan fungsi jabatan yang diemban.
Lebih lanjut dia mengatakan, SBY semestinya hadir saat deklarasi peserta konvensi. "Sebagai ketua umum partai, SBY mestinya hadir di acara pemaparan para peserta, sehingga menunjukkan konsistensi," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden SBY dituding tidak bisa mengurus negara yang dipimpin olehnya.
(maf)