Bermanuver, Pasek tak gentar diadili Demokrat
Senin, 16 September 2013 - 17:18 WIB
Bermanuver, Pasek tak gentar diadili Demokrat
A
A
A
Sindonews.com - Terancam diadili oleh Partai Demokrat, tempatnya bernaung, karena aktif di organisasi masyarakat (ormas) Pergerakan Indonesia (PI) milik Anas Urbaningrum, Gede Pasek Suardika mengaku tak gentar.
Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat itu merasa yakin, langkahnya itu tidak melanggar, baik secara konstitusional negara maupun kepartaian.
Pasek mengakui ikut mendirikan PI bersama mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Namun langkahnya itu berbuntut panjang karena Ketua Fraksi Demokrat, Nurhayati Asegaf berencana memanggil Pasek guna dimintakan klarifikasinya.
"Tidak ada masalah dengan ormas, ini gerakan di bidang sosial kebudayaan," tegas Pasek usai menjadi pembicara di Workshop The Jawa Pos Institute of Pro Otonomi dan USAID di Sanur, Denpasar, Senin (16/9/2013).
Soal alasan deklarasi ormas tersebut yang bersamaan pengumuman kandidat konvensi Partai Demokrat, Pasek menilainya faktor kebetulan. "Itu miracle, kebetulan saja, jamnya beda, saya hadir dua-duanya," imbuhnya.
Sebagai orang Bali yang suka dengan budaya tentu saja, dia merasa terpanggil dengan gerakan ormas tersebut, yang memiliki kesamaan nilai banyak bergerak bidang sosial dan budaya. Karena itu dia mengaku tidak merasa khawatir atau takut jika keterlibatannya di PPI akan berbuntut diadilinya di induk partai. "Saya satu saja, kalau dipanggil Tuhan masih, dipanggil Tuhan saja saya akan negosiasi karena anak saya masih kecil. Kalau yang lain, enteng-enteng saja," tukasnya.
Diakuinya, keterlibatan di PI sebagai pendiri karena dia ingin turut menjadi bagian dari sejarah perjalanan bangsa. Jika berpolitik, kalau beraktivitas, sambung Pasek jangan hanya menjadi pembaca buku sejarah atau saksi sejarah. "Kalau bisa kita buat sejarah, kan begitu," tutupnya.
Silakan klik link ini untuk ketahui berita awal Pergerakan Indonesia (PI).
Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat itu merasa yakin, langkahnya itu tidak melanggar, baik secara konstitusional negara maupun kepartaian.
Pasek mengakui ikut mendirikan PI bersama mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Namun langkahnya itu berbuntut panjang karena Ketua Fraksi Demokrat, Nurhayati Asegaf berencana memanggil Pasek guna dimintakan klarifikasinya.
"Tidak ada masalah dengan ormas, ini gerakan di bidang sosial kebudayaan," tegas Pasek usai menjadi pembicara di Workshop The Jawa Pos Institute of Pro Otonomi dan USAID di Sanur, Denpasar, Senin (16/9/2013).
Soal alasan deklarasi ormas tersebut yang bersamaan pengumuman kandidat konvensi Partai Demokrat, Pasek menilainya faktor kebetulan. "Itu miracle, kebetulan saja, jamnya beda, saya hadir dua-duanya," imbuhnya.
Sebagai orang Bali yang suka dengan budaya tentu saja, dia merasa terpanggil dengan gerakan ormas tersebut, yang memiliki kesamaan nilai banyak bergerak bidang sosial dan budaya. Karena itu dia mengaku tidak merasa khawatir atau takut jika keterlibatannya di PPI akan berbuntut diadilinya di induk partai. "Saya satu saja, kalau dipanggil Tuhan masih, dipanggil Tuhan saja saya akan negosiasi karena anak saya masih kecil. Kalau yang lain, enteng-enteng saja," tukasnya.
Diakuinya, keterlibatan di PI sebagai pendiri karena dia ingin turut menjadi bagian dari sejarah perjalanan bangsa. Jika berpolitik, kalau beraktivitas, sambung Pasek jangan hanya menjadi pembaca buku sejarah atau saksi sejarah. "Kalau bisa kita buat sejarah, kan begitu," tutupnya.
Silakan klik link ini untuk ketahui berita awal Pergerakan Indonesia (PI).
(maf)