Pemda harus segera perbaiki data KPS

Sabtu, 31 Agustus 2013 - 02:03 WIB
Pemda harus segera perbaiki...
Pemda harus segera perbaiki data KPS
A A A
Sindonews.com - Pemerintah sediakan waktu dua bulan untuk daerah melakukan perbaikan data penerima Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) Tahap kedua. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi salah sasaran untuk penerima bantuan melalui Kartu Perlindungan Sosial (KPS).

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) Andi ZA Dulung mengatakan, dalam perbaikan data untuk penerimaan BLSM tahap ke II, pemerintah meminta daerah melalui musyawarah desa (musdes) dan musyawarah kelurahan (muskes).

"Kita masih menunggu musdes dan muskel di setiap daerah di Indonesia. Nantinya hasil tersebut masuk ke dalam laporan TNP2K (Tim Nasional Penanggulangan Percepatan Kemiskinan)," tandas dia saat dihubungi KORAN SINDO, Jumat (30/8/2013).

Andi mengatakan, sambil menunggu perbaikan data KPS yang reture, diperkirakan mencapai lima persen. Maka KPS yang reture tersebut akan diperbaiki Pemerintah Daerah (Pemda) selama bulan Oktober sampai November.

Dari hasil perbaikan data tersebut maka, masyarakat dapat mengambil hak bantuan kompensasi yang sampai batas 2 Desember 2013. "Batas akhirnya desember awal, nanti masyarakat dapat mengambil jatah BLSM selama dua tahap yaitu sebesar Rp600 ribu," ujarnya.

Menurutnya, batas waktu sampai november tersebut dimaksudkan jika perbaikan yang dilakukan saat ini masih dinilai kurang tepat sasaran. Maka pemerintah pusat meminta kepada Pemda untuk melakukan musyawarah dengan seksama dan adil.

"Jadi dari sekarang sudah dilakukan musyawarah di daerah. Jika masih belum tepat maka ada waktu sampai November untuk diperbaiki," papar Andi.

Lanjut dia, saat ini penyerapan BLSM sudah masuk 93 persen. Jumlah tersebut belum termasuk Papua dan daerah lainya sebesar 800 ribuan. "Papua adalah daerah yang langsung dua kali menerima jatah BLSM nya. Jadi jika hal itu terpenuhi maka target pemerintah bisa mencapai 95 persen. Hal ini hanya meleset sedikit," tegasnya.
(maf)
Berita Terkait
BP Taskin Finalisasi...
BP Taskin Finalisasi Buku Rencana Besar Penuntasan Kemiskinan
1,3 Juta Warga Pesisir...
1,3 Juta Warga Pesisir Jadi Target Pengentasan Kemiskinan di Tahun 2022
BP Taskin Gandeng Perusahaan...
BP Taskin Gandeng Perusahaan China Latih Anak Muda Miskin Jadi Tenaga Siap Kerja
Desa Berperan Penting...
Desa Berperan Penting dalam Pengentasan Kemiskinan Berbasis Budaya
Kunjungi BP Taskin,...
Kunjungi BP Taskin, Bupati Indramayu dan Bombana Minta Resep Atasi Kemiskinan
Ganjar Puji Kades Blora...
Ganjar Puji Kades Blora Soal Cara Menurunkan Kemiskinan
Berita Terkini
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Infografis
Angka Kemiskinan Indonesia...
Angka Kemiskinan Indonesia Turun, Ekonom Ragukan Data BPS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved