JK tolak Konvensi Demokrat karena gengsi
Kamis, 29 Agustus 2013 - 07:45 WIB
JK tolak Konvensi Demokrat karena gengsi
A
A
A
Sindonews.com - Penolakan mantan Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla (JK) untuk mengikuti konvensi semi terbuka penjaringan calon presiden (Capres) Partai Demokrat diduga karena gengsi.
Pengamat politik Arbi Sanit menilai, politikus partai besar biasanya tidak akan menyerah untuk maju mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di Indonesia melalui partainya. "Gengsi partai lebih besar," kata Pengamat politik Arbi Sanit kepada Sindonews, Rabu (28/8/2013).
Dosen di Universitas Indonesia ini mengatakan, Konvensi Demokrat bukan ujian tertinggi dalam pemilihan presiden. Konvensi Demokrat hanya seleksi plus. "Artinya seleksi yang melibatkan rakyat," ungkapnya.
Namun, ujian terbesar dalam Pemilu 2014 mendatang adalah pemilihan legislatif. Peserta Konvensi Demokrat yang terpilih, belum tentu akan diusung menjadi Presiden 2014 dari partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono tersebut, jika Partai Demokrat tidak memenuhi kursi parlemen sebanyak 20 persen.
Seperti diberitakan sebelumnya, Partai Golkar meyakini mantan Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla (JK), tidak akan ikut konvensi semi terbuka penjaringan calon presiden (capres) Partai Demokrat.
Keyakinan mereka merujuk pada persyaratan jika pemenang konvensi harus menjadi kader Demokrat, hal itulah yang menurut mereka tak akan dilakukan JK.
Partai Demokrat sendiri, menghormati keputusan politikus senior Partai Golkar tersebut, yang menolak untuk mengikuti konvensi semi terbuka partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono itu. (stb)
Pengamat politik Arbi Sanit menilai, politikus partai besar biasanya tidak akan menyerah untuk maju mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di Indonesia melalui partainya. "Gengsi partai lebih besar," kata Pengamat politik Arbi Sanit kepada Sindonews, Rabu (28/8/2013).
Dosen di Universitas Indonesia ini mengatakan, Konvensi Demokrat bukan ujian tertinggi dalam pemilihan presiden. Konvensi Demokrat hanya seleksi plus. "Artinya seleksi yang melibatkan rakyat," ungkapnya.
Namun, ujian terbesar dalam Pemilu 2014 mendatang adalah pemilihan legislatif. Peserta Konvensi Demokrat yang terpilih, belum tentu akan diusung menjadi Presiden 2014 dari partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono tersebut, jika Partai Demokrat tidak memenuhi kursi parlemen sebanyak 20 persen.
Seperti diberitakan sebelumnya, Partai Golkar meyakini mantan Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla (JK), tidak akan ikut konvensi semi terbuka penjaringan calon presiden (capres) Partai Demokrat.
Keyakinan mereka merujuk pada persyaratan jika pemenang konvensi harus menjadi kader Demokrat, hal itulah yang menurut mereka tak akan dilakukan JK.
Partai Demokrat sendiri, menghormati keputusan politikus senior Partai Golkar tersebut, yang menolak untuk mengikuti konvensi semi terbuka partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono itu. (stb)
(hyk)