Anggota Wanbin Demokrat berminat baca buku soal Anas

Rabu, 28 Agustus 2013 - 17:43 WIB
Anggota Wanbin Demokrat...
Anggota Wanbin Demokrat berminat baca buku soal Anas
A A A
Sindonews.com - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Melani Leimena Suharli mengaku belum membaca buku berjudul "Anas Urbaningrum Tumbal Politik Cikeas" karya Mamun Murod Albarbasy.

"Saya sendiri belum baca dan belum berniat untuk beli saat ini. Tetapi mungkin sewaktu-waktu ingin baca, tetapi tidak untuk sekarang," kata Melani di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (28/8/2013).

Terkait pelarangan terbit buku itu, Melani pun menjelaskan jika setiap orang memiliki hak yang sama selama isi buku tersebut bersifat positif untuk dibaca masyarakat.

Meski belum membaca, namun ia berharap isi buku itu tidak bersifat negatif yang akhirnya merugikan pihak lain terlebih menjelang Pemilu 2014.

"Hak masing-masing menerbitkan buku, tetapi kalau positif yang kita angkat. Kalau negatif ini kan mau pemilu, jangan lah, sebaiknya memilih hal-hal positif saja dari kita bernaung. Sebenarnya kan kita punya hal-hal yang menyenangkan dan positif dari partai," tuntasnya.

Sebelumnya, mantan Sekretaris Departemen Agama DPP Partai Demokrat, Mamun Murod Al-Barbasy menerbitkan buku berjudul "Anas Urbaningrum Tumbal Politik Cikeas". Dalam buku setebal 282 halaman itu, ia menuliskan seluruh status facebook-nya beserta dengan penjelasan dari pemikirannya mengenai Anas Urbaningrum.

Namun, Ma'mun menjelaskan bahwa bukunya tidak dapat diedarkan di pasaran. "Yes mas (tidak bisa diedarkan)," kata Ma'mun saat dikonfirmasi wartawan, Senin 26 Agustus 2013 malam.

Ia pun menyebut adanya tekanan khusus sehingga buku tersebut tidak bisa diedarkan. Pria yang dikenal sebagai loyalis Anas ini sangat menyayangkan hal itu.

"Ada tekanan khusus agar buku tersebut tidak diedarkan. Ini cara-cara lama di mana karya intelektual diberangus," tegasnya.

Kata dia, jika ada pihak-pihak yang keberatan dengan terbitnya bukut itu maka sebaiknya bisa menyampaikannya dengan dua cara. "Kalau ada (yang) tidak puas bisa tempuh dua cara, buat buku tandingan untuk menyangkal isi buku tersebut. Kedua, ajukan ke jalur hukum. Kita negara hukum kok. Gitu aja kok repot," tuntasnya.
(kri)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
TNI Buka Suara soal...
TNI Buka Suara soal Pengamanan Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah, Tegaskan Atas Permintaan Kejaksaan
Jelang Muktamar NU ke-35,...
Jelang Muktamar NU ke-35, KH Zulfa Mustofa Dorong Kebangkitan Tradisi Menulis Kitab
Sidang Dokter Tifa Kembali...
Sidang Dokter Tifa Kembali Digelar Hari Ini, Akankah Jokowi Datang?
Perencanaan Matang dan...
Perencanaan Matang dan Value for Money Kunci Keberhasilan Modernisasi Alutsista
Sekjen Demokrat Buka...
Sekjen Demokrat Buka Suara soal Isu Capres Minimal Diusung 3 Partai: Belum Pernah Dibahas
Aksi Heroik Pilot Marinir...
Aksi Heroik Pilot Marinir yang Gugur Ditembak demi Selamatkan Kopassus Di Timtim
Infografis
5 Anggota NATO Terlemah...
5 Anggota NATO Terlemah di 2025, Ada Negara Paling Aman di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved